PROKALTENG.CO-Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu perayaan penting bagi umat Muslim di berbagai negara dengan tradisi yang beragam, tetapi tetap memiliki makna yang sama.
Perayaan ini identik dengan pelaksanaan ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial melalui penyisihan sebagian harta untuk membeli hewan kurban.
Secara historis, Idul Adha diperingati untuk mengenang keteguhan iman Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Tuhan, termasuk kesediaannya mengorbankan putranya, Nabi Ismail.
Peristiwa tersebut menjadi simbol kepatuhan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam ajaran Islam. Karena alasan itu, tradisi kurban terus dilaksanakan umat Muslim setiap bulan Dzulhijah sebagai bagian dari peringatan Hari Raya Idul adha.
Berikut beberapa negara merayakan hari raya Idul Adha atau hari raya kurban, seperti dilansir dari laman Travel and Tour World.
- Uni Emirat Arab: Do’a, Perayaan dan Keterlibatan Masyarakat
Di UEA, Idul Adha 2025 ditandai dengan banyaknya partisipasi kegiatan keagamaan seperti salat hari raya, perayaan, dan amal. Pemerintah UEA bersama masjid-masjid setempat, telah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk memastikan perayaan berjalan lancar.
Dimana dimulai dengan salat di masjid-masjid di seluruh wilayah UEA, termasuk Masjid Agung Sheikh Zayed yang bergengsi di Abu Dhabi, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka, termasuk Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Lalu dilakukan khotbah-khotbah yang menyentuh hati yang berfokus pada keimanan, pengorbanan, dan persatuan.

Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi UEA juga memainkan peran penting dalam merayakan Idul Adha bersama para pekerja, dengan menyelenggarakan beberapa acara “Idul Adha Bersama Para Pekerja: Kegembiraan dan Kebahagiaan”.
Perayaan ini berlangsung di sepuluh lokasi di seluruh UEA, dengan fokus pada penciptaan lingkungan yang inklusif dan bahagia bagi para pekerja yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan negara.
- Arab Saudi: Haji dan Peringatan Nasional
Di Arab Saudi, Idul Adha bertepatan dengan puncak ibadah haji, ibadah tahunan ke Mekkah. Hari itu ditandai dengan salat di Masjidil Haram, diikuti dengan ritual kurban dengan penyembelihan hewan kurban untuk mengenang pengabdian Nabi Ibrahim.
Kemudian daging kurban dibagikan kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kurang mampu, hal ini sebagai perwujudan semangat amal yang menjadi inti dari perayaan tersebut.
Pemerintah Saudi juga memfasilitasi kelancaran pelaksanaan ibadah haji, memastikan keselamatan dan kesejahteraan para jamaah.
Raja dan anggota keluarga kerajaan lainnya berpartisipasi dalam salat, yang menegaskan kembali makna nasional hari itu.
- Indonesia: Tradisi Budaya dan Perkenalan Komunitas
Di Indonesia, Idul Adha dirayakan dengan memadukan ketaatan beragama dan tradisi budaya. Masyarakat berkumpul untuk salat di masjid dan lapangan terbuka, diikuti dengan ritual kurban.
Daging kurban dibagikan kepada yang membutuhkan, yang menegaskan aspek amal dari perayaan ini.
Lalu terdapat berbagai pertunjukan budaya seperti tarian tradisional, dan pasar lokal yang akan diselenggarakan di berbagai daerah, yang menunjukkan kekayaan warisan budaya Indonesia.
Pemerintah mendorong partisipasi masyarakat dan memastikan ketersediaan layanan penting selama masa liburan.
- Turki: Perayaan Nasional
Di Turki, Idul Adha dirayakan dengan salat di masjid dan tempat salat terbuka di seluruh negeri. Presiden dan pejabat lainnya turut serta dalam salat tersebut, yang mencerminkan pentingnya acara tersebut secara nasional.
Pemerintah Turki menyelenggarakan berbagai acara untuk merayakan festival tersebut, termasuk konser, pameran budaya, dan pertemuan masyarakat. Program-program khusus disiarkan di televisi nasional, sehingga perayaan tersebut dapat dinikmati di rumah-rumah di seluruh negeri.(jpg)
PROKALTENG.CO-Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu perayaan penting bagi umat Muslim di berbagai negara dengan tradisi yang beragam, tetapi tetap memiliki makna yang sama.
Perayaan ini identik dengan pelaksanaan ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial melalui penyisihan sebagian harta untuk membeli hewan kurban.
Secara historis, Idul Adha diperingati untuk mengenang keteguhan iman Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Tuhan, termasuk kesediaannya mengorbankan putranya, Nabi Ismail.

Peristiwa tersebut menjadi simbol kepatuhan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam ajaran Islam. Karena alasan itu, tradisi kurban terus dilaksanakan umat Muslim setiap bulan Dzulhijah sebagai bagian dari peringatan Hari Raya Idul adha.
Berikut beberapa negara merayakan hari raya Idul Adha atau hari raya kurban, seperti dilansir dari laman Travel and Tour World.
- Uni Emirat Arab: Do’a, Perayaan dan Keterlibatan Masyarakat
Di UEA, Idul Adha 2025 ditandai dengan banyaknya partisipasi kegiatan keagamaan seperti salat hari raya, perayaan, dan amal. Pemerintah UEA bersama masjid-masjid setempat, telah melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk memastikan perayaan berjalan lancar.
Dimana dimulai dengan salat di masjid-masjid di seluruh wilayah UEA, termasuk Masjid Agung Sheikh Zayed yang bergengsi di Abu Dhabi, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka, termasuk Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Lalu dilakukan khotbah-khotbah yang menyentuh hati yang berfokus pada keimanan, pengorbanan, dan persatuan.
Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi UEA juga memainkan peran penting dalam merayakan Idul Adha bersama para pekerja, dengan menyelenggarakan beberapa acara “Idul Adha Bersama Para Pekerja: Kegembiraan dan Kebahagiaan”.
Perayaan ini berlangsung di sepuluh lokasi di seluruh UEA, dengan fokus pada penciptaan lingkungan yang inklusif dan bahagia bagi para pekerja yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan negara.
- Arab Saudi: Haji dan Peringatan Nasional
Di Arab Saudi, Idul Adha bertepatan dengan puncak ibadah haji, ibadah tahunan ke Mekkah. Hari itu ditandai dengan salat di Masjidil Haram, diikuti dengan ritual kurban dengan penyembelihan hewan kurban untuk mengenang pengabdian Nabi Ibrahim.
Kemudian daging kurban dibagikan kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kurang mampu, hal ini sebagai perwujudan semangat amal yang menjadi inti dari perayaan tersebut.
Pemerintah Saudi juga memfasilitasi kelancaran pelaksanaan ibadah haji, memastikan keselamatan dan kesejahteraan para jamaah.
Raja dan anggota keluarga kerajaan lainnya berpartisipasi dalam salat, yang menegaskan kembali makna nasional hari itu.
- Indonesia: Tradisi Budaya dan Perkenalan Komunitas
Di Indonesia, Idul Adha dirayakan dengan memadukan ketaatan beragama dan tradisi budaya. Masyarakat berkumpul untuk salat di masjid dan lapangan terbuka, diikuti dengan ritual kurban.
Daging kurban dibagikan kepada yang membutuhkan, yang menegaskan aspek amal dari perayaan ini.
Lalu terdapat berbagai pertunjukan budaya seperti tarian tradisional, dan pasar lokal yang akan diselenggarakan di berbagai daerah, yang menunjukkan kekayaan warisan budaya Indonesia.
Pemerintah mendorong partisipasi masyarakat dan memastikan ketersediaan layanan penting selama masa liburan.
- Turki: Perayaan Nasional
Di Turki, Idul Adha dirayakan dengan salat di masjid dan tempat salat terbuka di seluruh negeri. Presiden dan pejabat lainnya turut serta dalam salat tersebut, yang mencerminkan pentingnya acara tersebut secara nasional.
Pemerintah Turki menyelenggarakan berbagai acara untuk merayakan festival tersebut, termasuk konser, pameran budaya, dan pertemuan masyarakat. Program-program khusus disiarkan di televisi nasional, sehingga perayaan tersebut dapat dinikmati di rumah-rumah di seluruh negeri.(jpg)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·