Trem kuning antik jadi simbol ikonis Kota Lisabon, Portugal

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Lisabon (ANTARA) - Di banyak kota di Eropa, trem lama bertahan sebagai atraksi wisata nostalgia.

Di Lisabon, trem kuning adalah sebuah hal yang lebih besar, yaitu sebuah citra yang mendefinisikan ibu kota Portugal itu.

Jaringan transportasi trem Lisabon sudah ada sejak abad ke-19. Seiring dengan perluasan sistem metro dan bus modern di seluruh Eropa selama abad ke-20, banyak kota membongkar jaringan trem lama mereka.

Lisabon mempertahankan sebagian besar sistem tremnya, terutama karena alasan kebutuhan alih-alih sentimen.

Dibangun di atas lereng perbukitan yang curam, jalan-jalan perkotaan yang sempit dan tanjakan yang curam, terutama di area bersejarah seperti Alfama, yang nyaris tidak muat untuk bus besar.

Trem berukuran lebih kecil, dengan ukuran yang kompak dan kemampuan menanjak, tetap menjadi salah satu cara yang praktis untuk berpindah di antara area-area tua kota Lisabon.

Trem kuning lama kota itu, dengan interior kayu dan rangka metal yang sudah menua, tidak pernah benar-benar hilang dari kehidupan sehari-hari.

Trem kuning antik jadi simbol ikonis Kota Lisabon, Portugal. (ANTARA/Xinhua)

Di Alfama, fasad yang pudar dan balkon besi berkarat masih berdiri berdampingan dengan apartemen-apartemen yang baru dipugar.

Kota Lisabon belum sepenuhnya melupakan masa lalunya. Sebaliknya, kota itu terus memberikan sorotan bagi peninggalan sejarahnya.

Satu hal yang tidak diantisipasi Lisabon mungkin adalah trem kuning tua ini berevolusi menjadi simbol terkuat kota itu.

Trem kuning antik jadi simbol ikonis Kota Lisabon, Portugal. (ANTARA/Xinhua)

Saat ini, hampir semua iklan perjalanan atau unggahan media sosial tentang Lisbon akan menampilkan trem kuning yang sedang menanjak di jalanan sempit. Dalam banyak kasus, trem ini muncul lebih sering ketimbang tengara terkenal seperti Menara Belem atau Biara Jeronimos.

Otoritas pariwisata Lisabon secara jelas memahami daya tarik trem kuning itu. Beberapa tahun belakangan, materi promosi resmi kota itu hampir tidak pernah meninggalkan trem kuning yang ikonis.

Sesuatu yang dulu dilestarikan karena keterbatasan geografis, kini secara perlahan menjelma menjadi hal yang paling mudah dikenali sebagai identitas kota Lisabon.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.