Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pembicaraan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Jumat, 8 Mei 2026, guna membahas isu keamanan nuklir Iran dan penuntasan kesepakatan dagang antarwilayah.
Dalam pertemuan tersebut, Trump mengevaluasi kepatuhan Uni Eropa terhadap perjanjian perdagangan yang sebelumnya telah disepakati di Turnberry, Skotlandia, sembari memberikan peringatan keras mengenai kenaikan bea masuk bagi produk otomotif Eropa.
Donald Trump menegaskan bahwa Washington dan Brussels kini memiliki kesamaan pandangan dalam upaya membendung ambisi nuklir Teheran di tengah proses negosiasi perdamaian yang masih berlangsung melalui mediator Pakistan.
"Kami membahas banyak topik, termasuk bahwa kami sepenuhnya bersatu bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, dilansir CNN International.
Pernyataan tersebut muncul saat Iran dikabarkan masih meninjau pesan dari Amerika Serikat tanpa memberikan tanggapan pasti terhadap proposal penghentian konflik yang diajukan oleh pihak Washington.
"I telah menunggu dengan sabar agar Uni Eropa memenuhi bagian mereka dari Kesepakatan Perdagangan Bersejarah yang kami sepakati di Turnberry, Skotlandia, Kesepakatan Perdagangan terbesar yang pernah ada! Sebuah janji telah dibuat bahwa Uni Eropa akan memenuhi bagian mereka dari Kesepakatan dan, sesuai dengan Perjanjian, memangkas Tarif mereka menjadi NOL!" lanjut Trump.
Trump menyatakan kesediaan memberikan tenggat waktu hingga peringatan 250 tahun Amerika Serikat sebelum benar-benar memberlakukan kenaikan tarif ke tingkat yang lebih tinggi, meskipun terdapat kendala hukum dari putusan Mahkamah Agung AS.
Duta Besar AS untuk Uni Eropa, Andrew Puzder, menjelaskan kepada Bloomberg bahwa ancaman tarif sebesar 25 persen terhadap mobil buatan Uni Eropa akan segera direalisasikan jika tidak ada kemajuan substansial dalam ratifikasi kesepakatan.
Amerika Serikat sebelumnya telah menetapkan bea masuk sebesar 15 persen pada mayoritas produk impor asal Uni Eropa sebagai bagian dari pengaturan perdagangan yang diumumkan pada Juli 2025.
Ketegangan antara kedua pihak semakin meruncing karena perbedaan persepsi mengenai tenggat waktu penyelesaian perjanjian dagang, di mana pihak Amerika Serikat menuntut akselerasi proses yang lebih cepat daripada target Uni Eropa.
Menanggapi tekanan tersebut, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa Bernd Lange memberikan tanggapan mengenai posisi tawar pihak blok Benua Biru dalam negosiasi tersebut.
Lange menyatakan bahwa Uni Eropa berupaya menetapkan syarat ketat, termasuk opsi pembatalan perjanjian jika Amerika Serikat secara sepihak memperkenalkan tarif baru di tengah masa berlakunya kesepakatan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·