Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14/5).
Pertemuan ini bertujuan untuk mengamankan keuntungan ekonomi, menjaga gencatan dagang yang masih rapuh, serta membahas sejumlah isu sensitif seperti perang Iran dan penjualan senjata ke Taiwan.
Mengutip Reuters, kunjungan Trump ke China menjadi lawatan pertamanya ke rival strategis utama AS tersebut sejak kunjungan terakhirnya pada 2017. Di tengah anjloknya tingkat persetujuan publik akibat perang Iran, perjalanan yang sangat dinantikan ini dinilai memiliki arti politik dan diplomatik yang semakin penting bagi Trump.
Trump juga didampingi sejumlah pimpinan perusahaan besar AS, termasuk CEO Tesla Elon Musk serta CEO Nvidia Jensen Huang.
Huang disebut menjadi tambahan terakhir dalam rombongan setelah bergabung ke Air Force One saat pesawat singgah untuk pengisian bahan bakar di Alaska atas permintaan langsung Trump sebelum menuju ibu kota China.
Sementara itu, Xi Jinping juga dikabarkan tengah merencanakan kunjungan balasan ke AS pada akhir tahun ini. Jika terealisasi, lawatan tersebut akan menjadi kunjungan pertama Xi ke AS sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada 2025.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·