Trump Minta Revisi Kesepakatan Iran, Soroti Uranium dan Selat Hormuz

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Presiden AS Donald Trump berbicara di samping Menteri Pertahanan Pete Hegseth saat menghadiri rapat kabinet di Ruang Kabinet, Gedung Putih, Washington, DC, AS, Rabu (27/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meminta sejumlah revisi terhadap rancangan kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran-AS yang telah dinegosiasikan oleh tim perunding kedua negara.

Laporan The New York Times yang dikutip AFP pada Minggu (31/5) menyebut, Trump menginginkan syarat-syarat yang lebih ketat sebelum menyetujui perjanjian tersebut. Kerangka kesepakatan yang telah disusun kemudian dikirim kembali untuk dipertimbangkan oleh Iran.

Meski rincian perubahan belum diungkap secara lengkap, Axios melaporkan Trump secara khusus meminta revisi pada klausul terkait program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Trump disebut ingin memperjelas mekanisme penanganan stok uranium yang telah diperkaya oleh Iran.

"Ini lebih kepada rincian tentang bagaimana AS mendapatkan material tersebut (cadangan uranium yang diperkaya Iran) dan kapan proses itu dilakukan," kata seorang pejabat senior pemerintahan AS kepada Axios, Sabtu (30/5).

Menurut sumber yang sama, Trump juga ingin mengubah redaksi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Perubahan tersebut berpotensi memperpanjang proses negosiasi beberapa hari ke depan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One di Bandara Internasional Palm Beach, West Palm Beach, Florida, pada Senin (23/3/2026). Foto: Roberto SCHMIDT/AFP

Axios melaporkan Iran diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk memberikan tanggapan resmi terhadap usulan revisi terbaru dari Washington.

“Pada pergantian pekan, kami berharap sudah ada hasil,” kata pejabat senior AS tersebut.

Sebelumnya, sejumlah sumber AS mengatakan kepada AFP bahwa rancangan kesepakatan sebenarnya hanya tinggal menunggu persetujuan akhir Trump. Namun dalam rapat Situation Room di Gedung Putih pada Jumat (29/5), Trump belum memberikan keputusan final.

Trump sejak awal menegaskan dua prioritas utama dalam kesepakatan dengan Iran. Pertama, memastikan Tehran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir. Kedua, membuka kembali Selat Hormuz yang selama berbulan-bulan diblokade Iran di tengah perang yang pecah sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait perubahan terbaru yang diajukan Trump.