Trump Mobile jelaskan penyebab insiden kebocoran data pelanggan

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Jenama ponsel Trump Mobile mengonfirmasi bahwa data pelanggan mereka yang mencakup nama, alamat email, alamat rumah, nomor telepon seluler, hingga identitas pesanan pelanggan bocor ke internet.

Dilansir dari Tech Crunch pada Jumat (22/5) waktu setempat, juru bicara Trump Mobile, Chris Walker, mengatakan pihaknya saat ini tengah menyelidiki insiden tersebut dan belum menemukan bukti bahwa konten pribadi maupun informasi finansial pelanggan ikut bocor.

Walker menegaskan tidak ada pelanggaran atau peretasan terhadap jaringan, sistem, maupun infrastruktur internal Trump Mobile.

Baca juga: Spesifikasi Trump Mobile T1 telah ditampilkan di situs web perusahaan

Baca juga: Keluarga Trump akan luncurkan layanan seluler dan ponsel "T1 Phone"

Menurut perusahaan, kebocoran data tersebut berkaitan dengan penyedia platform pihak ketiga yang mendukung sebagian operasional Trump Mobile. Namun, pihak perusahaan tidak mengungkap identitas vendor tersebut.

Pengakuan Trump Mobile muncul setelah laporan sebelumnya menyebut data pelanggan perusahaan itu dapat diakses secara publik melalui internet.

Sebelumnya, dua kreator konten YouTube yang memesan perangkat Trump Mobile mengaku diberi tahu oleh seorang peneliti keamanan siber bahwa data pribadi mereka terekspos secara daring.

Kedua kreator konten tersebut, yakni Coffeezilla dan penguinz0, mengatakan mereka telah mencoba memperingatkan Trump Mobile terkait kebocoran data itu setelah peneliti keamanan siber tersebut juga berusaha menghubungi perusahaan namun tidak mendapat respons.

Walker mengatakan Trump Mobile saat ini masih mengevaluasi apakah perusahaan perlu mengirim pemberitahuan resmi kepada pelanggan terkait kebocoran data pribadi tersebut.

Baca juga: Pemerintah AS diwartakan mendiskusikan akuisisi saham Intel

Baca juga: Trump teken RUU larang pemerintah pakai teknologi Huawei-ZTE

Baca juga: Trump punya pembisik teknologi di Gedung Putih

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.