Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan nada optimisme mengenai prospek pencapaian gencatan senjata permanen dengan Iran di Washington pada Kamis (16/4). Sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, kedua negara saat ini sedang mendiskusikan perpanjangan jeda pertempuran sebelum masa berlakunya berakhir pada pekan depan.
"Tampaknya sangat bagus bahwa kita akan membuat kesepakatan dengan Iran, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump menyebutkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran kemungkinan besar akan berlanjut pada akhir pekan ini. Meskipun tanpa bukti pendukung, ia mengklaim Iran telah menyetujui poin-poin krusial seperti penghentian ambisi senjata nuklir, penyerahan material nuklir, hingga pembukaan kembali Selat Hormuz.
Pandangan Trump ini kontras dengan estimasi pemimpin negara Arab Teluk dan Eropa yang memprediksi resolusi damai akan memakan waktu setidaknya enam bulan. Namun, Trump menyatakan kesiapannya untuk memperpanjang gencatan senjata dua minggu jika memang diperlukan guna mencapai kesepakatan akhir.
"Mereka telah menyetujui hampir semua hal," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.
Persoalan utama tetap berpusat pada kendali Selat Hormuz yang telah diblokade angkatan laut Amerika Serikat selama empat hari terakhir. Iran yang menutup jalur tersebut sejak awal perang berencana mengenakan biaya bagi setiap kapal yang melintas setelah konflik berakhir.
"Mereka hanya perlu duduk di meja dengan pena," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.
Di sisi lain, ketegangan militer masih membayangi upaya diplomasi tersebut. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan kesiapan militer untuk kembali bertempur sewaktu-waktu jika Iran melakukan langkah yang salah.
"dengan sekali perintah," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.
Tindakan blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz dipandang oleh pihak Teheran sebagai bentuk awal pelanggaran terhadap kesepakatan jeda tempur. Hal ini disampaikan oleh Komandan Markas Militer Gabungan Iran Ali Abdollahi melalui saluran televisi pemerintah.
"awal pelanggaran gencatan senjata," kata Ali Abdollahi, Komandan Markas Militer Gabungan Iran.
Meskipun Israel mulai menghentikan serangan terhadap Iran, operasi militer di Lebanon masih terus berlanjut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru memerintahkan perluasan zona penyangga di wilayah Lebanon yang diinvasi sejak bulan lalu.
"perjanjian damai bersejarah," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Pihak Teheran melalui juru bicaranya tetap menegaskan bahwa pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai merupakan hak yang tidak dapat diganggu gugat. Meski demikian, mereka membuka ruang diskusi mengenai level pengayaan uranium dalam meja perundingan.
"tidak dapat dicabut," kata Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Baghaei menambahkan bahwa detail teknis terkait pengayaan tersebut tetap menjadi objek yang bisa dinegosiasikan.
"dapat dinegosiasikan," kata Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Saat ini, Amerika Serikat dikabarkan mengirim ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah untuk menekan Teheran. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesepakatan tercapai di tengah ancaman krisis pangan dan inflasi global akibat gangguan pasokan energi dan pupuk dari kawasan tersebut.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·