Trump sebut gencatan senjata AS-Iran dalam Kondisi "sangat kritis"

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (11/5) waktu setempat, mengatakan gencatan senjata yang berlangsung selama berminggu-minggu masih berlaku, namun, dalam kondisi sangat kritis (massive life support), yang menandakan bahwa Washington akan terus menempuh jalur diplomasi meskipun mereka menolak proposal terbaru Teheran.

"Saya akan bilang gencatan senjata dalam kondisi sangat kritis (massive life support)," kata Trump kepada jurnalis di Gedung Putih.

Dia juga menyebut gencatan senjata tersebut "sangat lemah".

Trump kembali mengecam respons terbaru Iran terhadap rencana perdamaian Gedung Putih, yang dia tolak sehari sebelumnya, dengan menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima". Dia menekankan bahwa setiap kesepakatan perdamaian antara Washington dan Teheran akan mengharuskan Iran untuk berjanji menghentikan program nuklirnya.

Trump menuduh Iran mengingkari perjanjian untuk menyerahkan uranium yang telah diperkaya dan mengizinkan AS mengambilnya.

"Mereka menyetujuinya dua hari yang lalu. Namun, mereka berubah pikiran karena mereka tidak menuliskannya di dalam dokumen," kata Trump.

Trump mengatakan Iran berkata bahwa dia akan mendapatkan uranium itu, tapi, dia harus mengambilnya. Perkataan tersebut merujuk kepada uranium Iran yang terkubur di bawah reruntuhan pascaserangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

"Situs itu begitu hancur sehingga hanya ada satu atau dua negara di dunia yang bisa mendapatkannya," kata Trump.

Iran belum secara terbuka setuju untuk melepaskan uraniumnya yang telah diperkaya, dan bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai.

Pada Senin yang sama, Trump juga mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali Project Freedom (Proyek Kebebasan), sebuah operasi militer AS yang bertujuan untuk memandu kapal-kapal komersial keluar dari Selat Hormuz, dengan cakupan yang diperluas. Namun, belum ada keputusan akhir mengenai apakah proyek tersebut akan dimulai kembali, kata Trump kepada Fox News.

Pasukan AS dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz sejak gencatan senjata mulai berlaku pada bulan lalu.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.