UIN Palu dan Kemensos kolaborasi berdayakan mitra deradikalisasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Palu (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu dan Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi memberdayakan kelompok masyarakat mitra deradikalisasi di Sulawesi Tengah.

"Kerja sama ini sangat baik untuk melakukan pembinaan dan pendampingan dalam pemberdayaan secara komprehensif kepada masyarakat mitra deradikalisasi sebagai bagian dari menetralisasi paham radikal ekstrem," kata Rektor UIN Datokarama Palu Prof Lukman Thahir dalam kegiatan harmonisasi sosial bagi mitra deradikalisasi, di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu.

Dalam kegiatan itu UIN Datokarama dan Kemensos menghadirkan sekitar 80 mitra yang berasal dari Kabupaten Poso, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kota Palu.

Ia mengemukakan, para mitra deradikalisasi berperan sebagai agen perdamaian sehingga perlu menjalankan dan mengamalkan tiga wasiat Nabi Muhammad SAW yang ada dalam Piagam Madinah.

"Lewat agenda ini Kemensos dan UIN Datokarama siap mendampingi para mitra sebagai agen perdamaian di Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya memiliki kapasitas intelektual dan keagamaan yang sangat relevan untuk menyentuh sisi ideologis dan kemandirian para mitra deradikalisasi.

Baca juga: Rektor UIN Palu: Generasi muda harus dilindungi dari radikalisme

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib mengemukakan, kolaborasi antara Kemensos dengan salah satu perguruan tinggi di Kota Palu selain memberikan bantuan sosial kepada kelompok masyarakat mitra deradikalisasi, juga memberikan pendampingan psikososial, peningkatan keterampilan (skilling), dan penguatan moderasi beragama.

"Langkah itu supaya para mitra dapat kembali hidup harmonis di tengah masyarakat," ucapnya.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dijadwalkan berkunjung ke Kota Palu pada Senin (20/4) dengan agenda bertemu para mitra deradikalisasi, sekaligus menghadiri rapat senat terbuka wisuda ke-46 di Kampus UIN Datokarama.

Direktur Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Kemensos Rachmat Koesnadi menyampaikan bahwa program pemberdayaan dan pendampingan menjadi fokus utama.

"Kami akan membentuk komunitas mitra deradikalisasi yang lebih besar dari kelembagaannya, sehingga mereka dapat dibantu secara maksimal dan berkelanjutan melalui program pemberdayaan sosial," tuturnya.

Program pemberdayaan sosial itu diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam menangani isu radikalisme dengan pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan memberdayakan.

Baca juga: Satgas Madago Raya Sulteng gencarkan upaya deradikalisasi di Poso

"Keberhasilan reintegrasi ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan kerukunan di wilayah Sulawesi Tengah," kata Rachmat.

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.