Umat Islam diingatkan untuk senantiasa memohon perlindungan dari beratnya hari perhitungan amal atau hisab melalui doa khusus pada Rabu, 15 April 2026. Persiapan ini dipandang krusial karena setiap perbuatan selama di dunia akan dievaluasi secara mendalam di hadapan Allah SWT.
Evaluasi menyeluruh terhadap niat dan perbuatan lahiriah manusia menjadi inti dari fase hisab tersebut. Dilansir dari Cahaya, para ulama menekankan bahwa keselamatan di akhirat tidak hanya bertumpu pada jumlah amal, melainkan sangat bergantung pada rahmat dan kasih sayang Allah SWT.
"Allahumma hasibni hisaban yasira," ujar sumber dalam literatur hadis yang dikutip Cahaya, yang berarti "Ya Allah, hisablah aku dengan perhitungan yang mudah." Doa singkat ini merupakan ajaran Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.
Berdasarkan kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, terdapat klasifikasi golongan hamba saat proses perhitungan berlangsung. Ada kelompok yang mendapat kemudahan dengan hanya diperlihatkan amalnya lalu diampuni, namun ada pula yang dihisab secara terperinci hingga mengalami kesulitan besar.
Aisyah RA dalam sebuah hadis menyebutkan peringatan Rasulullah SAW bahwa siapapun yang dihisab secara teliti dipastikan akan celaka. Hal ini mempertegas bahwa kemudahan dalam proses perhitungan tersebut merupakan anugerah yang harus diupayakan melalui permohonan yang tulus.
Pakar spiritual dalam buku Fiqh Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz menyarankan agar doa ini dipanjatkan saat hati dalam kondisi penuh kesadaran. Waktu setelah salat fardu atau saat bermuhasabah di malam hari menjadi momen yang paling dianjurkan untuk mengamalkannya.
Selain melalui doa, terdapat sejumlah langkah konkret untuk meringankan beban hisab di kemudian hari. Menjaga konsistensi salat lima waktu menjadi prioritas utama karena merupakan amalan pertama yang akan diperiksa oleh Tuhan.
Peningkatan intensitas istighfar, kejujuran dalam berinteraksi, serta kepedulian sosial melalui sedekah juga dinilai efektif menarik rahmat Allah. Hal ini sejalan dengan pandangan Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah yang menyebut kesadaran akan hisab seharusnya melahirkan sikap hati-hati dan ikhlas dalam menjalani kehidupan.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·