Hari Jumat, yang jatuh pada tanggal 2 Januari 2026, menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain sebagai hari pelaksanaan salat Jumat berjamaah, hari ini juga diyakini sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana doa-doa yang dipanjatkan diyakini akan dikabulkan.
Pandangan mengenai waktu yang paling tepat untuk berdoa di hari Jumat memang beragam di kalangan ulama. Perbedaan pendapat ini justru menjadi kekayaan khazanah keilmuan Islam, memberikan umat keleluasaan dalam beribadah. Umat tidak dibatasi pada satu waktu tertentu, tetapi didorong untuk menghidupkan seluruh hari Jumat dengan doa, sebagaimana dilansir dari Cahaya.
Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu mustajab dimulai sejak imam duduk di antara dua khutbah hingga selesai salat Jumat. Pendapat ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari. Para jamaah dianjurkan untuk khusyuk mendengarkan khutbah dan memperbanyak doa dalam hati.
Pendapat lain menyebutkan bahwa waktu mustajab adalah setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib. Pendapat ini didukung oleh sejumlah sahabat, seperti Abdullah bin Sallam, serta diperkuat oleh riwayat dari Abu Hurairah RA. Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa waktu setelah Ashar adalah momen yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Untuk mengoptimalkan hari Jumat, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa sejak pagi hingga malam. Hal ini juga bisa dilakukan dengan membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, berdzikir, beristighfar, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Konsistensi dalam ibadah kecil diyakini menjadi kunci ketenangan jiwa dalam kehidupan modern, demikian menurut Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, sebagaimana dikutip dari Cahaya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·