Ungkapan 'Masyaallah Tabarakallah' Dipahami Maknanya di Indonesia

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Dalam percakapan sehari-hari dan media sosial, ungkapan “Masyaallah Tabarakallah” sering muncul sebagai respons terhadap sesuatu yang dianggap indah atau mengagumkan. Pemahaman tentang makna, penulisan yang benar, serta adab penggunaannya penting untuk dipahami. Hal ini, sebagaimana dilansir dari Cahaya, terjadi di Indonesia dan menjadi bagian dari ekspresi keimanan.

Ungkapan ini terdiri dari dua kalimat thayyibah, yaitu “Masyaallah” (Apa yang dikehendaki Allah, maka itulah yang terjadi) dan “Tabarakallah” (Maha Suci Allah). Penggabungan keduanya mencerminkan pengakuan atas kuasa Allah serta doa keberkahan. Penggunaan kalimat ini memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surat Al-Kahfi ayat 39 dan Surat Al-Mulk ayat 1.

Dalam kajian akhlak Islam, ungkapan ini memiliki tiga dimensi utama: pengakuan tauhid, doa keberkahan, dan perlindungan dari 'ain. Ungkapan ini dianjurkan dalam berbagai situasi, seperti saat melihat anak kecil, keberhasilan seseorang, atau keindahan alam. Dalam perspektif adab Islam, cara ini menjadi cara menjaga hati agar tidak terjerumus pada iri atau kekaguman berlebihan.

Cara menjawab ungkapan ini adalah dengan doa yang baik, seperti “Jazakallah Khair” atau “Barakallahu Fiik.” Kesalahan umum dalam penggunaannya adalah penulisan tanpa spasi dan pengucapan tanpa memahami makna. Dzikir yang diucapkan dengan pemahaman akan menghadirkan nilai ibadah yang lebih sempurna, sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi.

Ungkapan ini lebih dari sekadar pujian, tetapi merupakan bentuk dzikir yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya, sekaligus menjaga hubungan sosial tetap hangat dan penuh doa. Sebuah kalimat sederhana yang mampu mengubah cara pandang dari sekadar kagum menjadi bentuk ibadah.