Usai dari Pakistan, Menlu Iran Tiba di Oman Bahas Konflik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Muscat, ibu kota Oman, pada Sabtu malam, 25 April 2026, setelah menyelesaikan kunjungan diplomatik di Islamabad, Pakistan. Menurut laporan Tasnim yang dikutip Anadolu, Menlu Araghchi memimpin delegasi untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan situasi kawasan.

Di Muscat, Araghchi dijadwalkan bertemu pejabat tinggi Oman untuk bertukar pandangan mengenai dinamika regional. Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul konflik yang telah berlangsung selama delapan pekan sejak 28 Februari.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Diplomasi di Oman

Lawatan ke Oman menjadi kelanjutan dari kunjungannya ke Pakistan sehari sebelumnya. Dalam pernyataannya, Araghchi menyebut telah menyampaikan posisi Iran terkait kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang terhadap Iran secara permanen. Namun ia tidak merinci lebih jauh isi kerangka tersebut.

Ia juga mengungkapkan keraguan terhadap komitmen diplomasi Amerika Serikat. “Belum dapat dipastikan apakah Amerika Serikat benar-benar serius dalam diplomasi,” ujarnya melalui X.

Pakistan sebagai Perantara Iran-AS

Pakistan berperan sebagai perantara antara Teheran dan Washington di tengah ketegangan yang meningkat akibat eskalasi militer. Sebelumnya, putaran pertama perundingan digelar di Islamabad dua pekan lalu, namun belum menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Perundingan itu berlangsung setelah Pakistan menengahi gencatan senjata dua pekan pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam perkembangan lain, Trump menyatakan telah membatalkan rencana kunjungan utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner ke Pakistan. "Saya sudah memberi tahu tim saya yang bersiap berangkat, dan saya katakan, ‘Tidak, kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam ke sana. Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak akan ada lagi penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa’,” katanya dalam wawancara telepon dengan Fox News.

Iran tetap menolak perundingan langsung dengan Amerika Serikat dan memilih menyampaikan pandangannya melalui Pakistan. Sejumlah isu yang menjadi ganjalan dalam perundingan mencakup Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, serta program pengayaan uranium Iran.