PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Tengah (Kalteng), akan bentuk tim investigasi untuk mengusut kematian Anton Kurniawan.
Terpidana seumur hidup kasus penembakan sopir ekspedisi tersebut meninggal dunia di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya.
Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, I Putu Murdiana. Mengonfirmasi peristiwa tersebut dan membeberkan kronologi berdasarkan laporan yang diterimanya. Ia memastikan bahwa sebelum kejadian, warga binaan yang juga mantan anggota kepolisian itu masih beraktivitas normal.
“Dari informasi yang saya terima, saat sore hari yang bersangkutan masih melakukan aktivitas di kamar sel seperti mandi dan makan sore, serta diawasi oleh petugas,” ujar Putu saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026)
Putu menjelaskan, insiden bermula ketika petugas blok melakukan kontrol rutin pada pukul 20.35 WIB. Saat itu, petugas memanggil Anton dari luar sel isolasi, namun tidak mendapat respons.
Mendapati hal tersebut, petugas blok langsung berkoordinasi dengan perwira piket dan komandan jaga untuk masuk dan melakukan pengecekan langsung ke dalam sel.
“Saat dicek, yang bersangkutan terlihat lemas dan masih bernapas. Tetapi, beberapa saat kemudian yang bersangkutan sudah tidak bernapas kembali,” jelas Putu.

Guna memastikan penyebab kematian serta mengusut insiden ini secara transparan, pihak Kanwil mengambil tindakan cepat dengan membentuk tim khusus.
“Kanwil membentuk tim investigasi guna melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut,” tegasnya.
Hingga saat ini, jenazah Anton masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) masih melakukan proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian secara medis dan ilmiah.
Sampai Pukul 13.30 belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit atau keluarga tentang penyebab meninggal anton di lapas tahanan.
Sebagai informasi tambahan, Anton Kurniawan sebelumnya tengah ditempatkan di blok khusus atau sel isolasi setelah diduga terlibat dalam rencana pelarian dari Lapas Palangka Raya.
Ia juga sempat santer dikabarkan menguasai senjata api selundupan di dalam lapas, yang perkaranya masih diselidiki oleh aparat penegak hukum. (her)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Tengah (Kalteng), akan bentuk tim investigasi untuk mengusut kematian Anton Kurniawan.
Terpidana seumur hidup kasus penembakan sopir ekspedisi tersebut meninggal dunia di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya.
Kepala Kanwil Kemenkumham Kalteng, I Putu Murdiana. Mengonfirmasi peristiwa tersebut dan membeberkan kronologi berdasarkan laporan yang diterimanya. Ia memastikan bahwa sebelum kejadian, warga binaan yang juga mantan anggota kepolisian itu masih beraktivitas normal.

“Dari informasi yang saya terima, saat sore hari yang bersangkutan masih melakukan aktivitas di kamar sel seperti mandi dan makan sore, serta diawasi oleh petugas,” ujar Putu saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026)
Putu menjelaskan, insiden bermula ketika petugas blok melakukan kontrol rutin pada pukul 20.35 WIB. Saat itu, petugas memanggil Anton dari luar sel isolasi, namun tidak mendapat respons.
Mendapati hal tersebut, petugas blok langsung berkoordinasi dengan perwira piket dan komandan jaga untuk masuk dan melakukan pengecekan langsung ke dalam sel.
“Saat dicek, yang bersangkutan terlihat lemas dan masih bernapas. Tetapi, beberapa saat kemudian yang bersangkutan sudah tidak bernapas kembali,” jelas Putu.
Guna memastikan penyebab kematian serta mengusut insiden ini secara transparan, pihak Kanwil mengambil tindakan cepat dengan membentuk tim khusus.
“Kanwil membentuk tim investigasi guna melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut,” tegasnya.
Hingga saat ini, jenazah Anton masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) masih melakukan proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian secara medis dan ilmiah.
Sampai Pukul 13.30 belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit atau keluarga tentang penyebab meninggal anton di lapas tahanan.
Sebagai informasi tambahan, Anton Kurniawan sebelumnya tengah ditempatkan di blok khusus atau sel isolasi setelah diduga terlibat dalam rencana pelarian dari Lapas Palangka Raya.
Ia juga sempat santer dikabarkan menguasai senjata api selundupan di dalam lapas, yang perkaranya masih diselidiki oleh aparat penegak hukum. (her)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·