Tashkent (ANTARA) - Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev menandatangani undang-undang mengenai negara tersebut bergabung ke Bank Pembangunan Baru (NDB) BRICS, menurut dokumen yang dipublikasikan di situs basis data legislasi nasional negara itu pada Jumat.
"Bergabung dengan perjanjian mengenai Bank Pembangunan Baru (Fortaleza, 2 Juli 2014)," bunyi dokumen tersebut.
Fortaleza merujuk pada nama perjanjian yang menjadi dasar pembentukan NDB.
Pada April, majelis rendah parlemen Uzbekistan mengadopsi UU tentang aksesi ke NDB dan senat menyetujuinya pada Selasa lalu (19/5).
Majelis rendah sebelumnya menyatakan dengan Uzbekistan gabung ke NDB, maka akan memberikan aliran investasi yang bersifat alternatif dan preferensial untuk memodernisasi ekonomi nasional.
Baca juga: ADB siapkan dana 70 miliar dolar untuk jaringan listrik digital Asia
Kementerian Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan mengatakan pemerintah telah menyiapkan portofolio proyek senilai 4,5 miliar dolar AS (sekitar Rp79,7 triliun) untuk NDB.
Sektor utama proyek itu meliputi transportasi, energi, konstruksi, dan industri. Secara khusus, dana tersebut diharapkan dapat dihimpun untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang sedang dibangun di negara tersebut.
Uzbekistan menjadi negara mitra BRICS sejak 1 Januari 2025. Pada Juni 2025, biro pers Kantor Kepresidenan Ukraina melaporkan Dewan Gubernur NDB telah menyetujui prinsip bagi negara itu untuk bergabung dengan bank pembangunan blok tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Indonesia investasi 1 miliar dolar AS di New Development Bank
Baca juga: Studi: BRICS dapat kurangi ketergantungan terhadap negara Barat
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·