Penguatan terjadi menjelang laporan keuangan Nvidia yang akan diumumkan pekan depan. Sentimen positif terhadap sektor teknologi juga ikut mendorong kenaikan saham perusahaan tersebut.
Selain itu, pasar juga merespons laporan yang menyebutkan bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah menyetujui sekitar 10 perusahaan China untuk membeli chip H200 milik Nvidia. Chip H200 merupakan salah satu chip AI paling kuat yang dimiliki perusahaan tersebut.
Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat 15 Mei 2026, beberapa perusahaan China yang disebut mendapatkan persetujuan antara lain Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com.
Namun, hingga saat ini belum ada pengiriman chip yang dilakukan. Kondisi itu membuat potensi penjualan Nvidia ke pasar China masih belum pasti.
Dalam wawancara dengan CNBC, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pihaknya belum memiliki informasi terbaru terkait tambahan akses chip Nvidia ke China.
“Saya tidak memiliki informasi terbaru untuk dibagikan mengenai akses tambahan chip Nvidia ke China,” kata Bessent.
Sebelumnya, Nvidia juga telah menghapus proyeksi penjualan untuk pasar China dari laporan keuangannya. Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah AS membatasi penjualan chip AI tercanggih ke perusahaan-perusahaan China di tengah persaingan teknologi kecerdasan buatan antara AS dan China.
Di sisi lain, CEO Nvidia Jensen Huang dikabarkan ikut dalam rombongan pemimpin bisnis yang mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan ke China untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.
Sepanjang tahun 2026, saham Nvidia sudah naik lebih dari 26 persen. Dalam 12 bulan terakhir, kenaikannya mencapai sekitar 70 persen, menunjukkan tingginya optimisme investor terhadap bisnis AI perusahaan tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·