VCO hingga Omega-3, Kapan Suplemen Benar-Benar Efektif untuk Kesehatan Kulit?

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Jakarta -

Sudah rutin minum VCO, omega-3, atau kolagen tapi merasa hasilnya belum juga terlihat? Banyak orang berharap suplemen bisa memberi perubahan cepat, mulai dari kulit lebih sehat, tubuh terasa lebih fit, hingga nyeri sendi berkurang.

Padahal, tiap kandungan bekerja dengan cara berbeda di dalam tubuh dan membutuhkan waktu yang tidak selalu sama untuk menunjukkan hasilnya.Selain itu, efek suplemen juga dipengaruhi banyak faktor, seperti kondisi kesehatan, pola makan, gaya hidup, hingga konsistensi konsumsi.

Lalu, sebenarnya kapan efek VCO, omega-3, dan kolagen mulai terasa di tubuh? Benarkah ada yang bisa bekerja lebih cepat dibanding yang lain?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Omega-3 Tidak Memberi Efek Instan, Perlu Konsistensi

Omega-3 sering dikonsumsi untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan kulit. Menurut dokter estetika dari Seraphim Medical Center, dr Silvia Kartika, manfaat omega-3 umumnya tidak langsung terasa signifikan dalam waktu singkat karena cara kerjanya berlangsung bertahap di dalam tubuh.

Ia menjelaskan bahwa omega-3 pada dasarnya merupakan suplemen tambahan yang manfaatnya biasanya baru terasa bila dikonsumsi rutin dan konsisten setiap hari dalam jangka waktu tertentu.

"Kalau ditanya ada efeknya atau tidak, tentu ada. Tapi dalam jangka pendek biasanya tidak terlalu terasa signifikan. Kalau memang rutin dan konsisten diminum setiap hari, pasti ada efeknya," ujar dr Silvia dalam perbincangan dengan detikcom.

Sejumlah studi menunjukkan manfaat omega-3 pada kulit biasanya mulai terlihat setelah dikonsumsi rutin selama sekitar 8-12 minggu. Salah satunya dalam jurnal Acta Dermato-Venereologica yang menemukan perbaikan kondisi jerawat setelah konsumsi omega-3 selama 10 minggu.

Secara ilmiah, omega-3 memang lebih dikenal karena efek antiinflamasi dan perannya dalam menjaga kesehatan tubuh secara umum. Beberapa penelitian menunjukkan omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh dan kulit, termasuk pada kondisi tertentu seperti psoriasis dan dermatitis.

Meski begitu, jurnal Omega 3 Fatty Acid and Skin Diseases yang terbit di Frontiers in Immunology menjelaskan bahwa manfaat omega-3 pada kulit cenderung bersifat pendukung karena bekerja pada sistem tubuh secara menyeluruh, bukan secara spesifik hanya untuk kulit.

Menurut dr Silvia, omega-3 juga membantu tubuh menghadapi stres dan peradangan yang dapat memengaruhi kondisi kulit. Karena itu, efeknya pada kulit cenderung tidak langsung dan biasanya membutuhkan konsumsi rutin selama beberapa minggu hingga bulan untuk melihat perubahan yang lebih jelas.

VCO Tidak Spesifik Bekerja untuk Kulit

Selain omega-3, VCO atau Virgin Coconut Oil juga kerap dikonsumsi karena dianggap baik untuk kesehatan kulit. Namun menurut dr Silvia, efek VCO pada kulit umumnya tidak bekerja secara spesifik seperti produk perawatan kulit atau suplemen yang memang ditujukan untuk kesehatan kulit.

"Sebenarnya balik lagi, kalau yang namanya suplemen atau vitamin pasti ada fungsinya. Tapi kalau untuk minyak-minyak, untuk kulit dia kurang spesifik," ujar dr Silvia.

Secara ilmiah, VCO memang diketahui mengandung asam lemak seperti lauric acid yang memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi. Beberapa penelitian juga menyebut minyak kelapa dapat membantu menjaga kelembapan kulit, terutama bila digunakan secara topikal atau dioles langsung pada kulit.

Namun, manfaat VCO yang diminum untuk kesehatan kulit masih membutuhkan lebih banyak penelitian. Sejauh ini, bukti ilmiah lebih banyak menunjukkan bahwa VCO berperan sebagai pendukung kesehatan tubuh secara umum, bukan bekerja secara khusus untuk memperbaiki kondisi kulit dalam waktu singkat.

Karena itu dr Silvia menekankan bahwa konsumsi VCO sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk merawat kulit. Hasilnya juga tetap dipengaruhi pola makan, kualitas tidur, stres, serta gaya hidup secara keseluruhan.

Kolagen Lebih Spesifik untuk Kulit

Berbeda dengan omega-3 dan VCO yang bekerja lebih luas pada kesehatan tubuh secara umum, kolagen sering dikaitkan lebih spesifik dengan kesehatan kulit. Suplemen kolagen umumnya dikonsumsi untuk membantu menjaga elastisitas dan hidrasi kulit.

Beberapa penelitian juga menunjukkan konsumsi kolagen dapat membantu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit. Dalam sejumlah studi, perubahan pada kulit umumnya mulai terlihat setelah konsumsi rutin selama sekitar 8-12 minggu.

Meski rentang waktunya mirip dengan omega-3, kolagen dinilai bekerja lebih spesifik pada kesehatan kulit sehingga hasilnya dapat terasa lebih jelas pada sebagian orang. Salah satunya karena kolagen berkaitan dengan struktur kulit, termasuk elastisitas dan kelembapan.

Namun, hasil konsumsi kolagen tetap dapat berbeda pada tiap orang, tergantung usia, pola makan, gaya hidup, serta kondisi kulit masing-masing.

Pada akhirnya, omega-3, VCO, maupun kolagen bukanlah solusi instan yang langsung memberi perubahan besar dalam waktu singkat. Menurut dr Silvia, manfaat suplemen umumnya baru terasa bila dikonsumsi rutin dan konsisten, serta tetap didukung pola makan seimbang, tidur cukup, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)