Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, memberikan klarifikasi terkait sanksi long lap penalty (LLP) yang dijatuhkan kepadanya pada ajang Moto3 Hungaria 2026. Seperti dikutip dari Detik Oto, sanksi tersebut diberikan oleh FIM MotoGP Steward Panel setelah sesi kualifikasi di Sirkuit Balaton Park. Hukuman LLP ini diberikan karena Veda dinilai mengganggu laju pebalap lain saat sesi Q2 berlangsung.
Akibatnya, pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut harus menjalani hukuman pada balapan utama yang digelar Minggu (7/6/2026). Saat ditemui wartawan di Jakarta pada Selasa (9/6/2026), Veda menegaskan bahwa dirinya tidak berniat menghalangi pebalap lain yang tengah melakukan flying lap. Insiden tersebut bermula ketika dirinya berupaya kembali ke lintasan setelah melebar ke area gravel.
"Jadi pas waktu qualifying kedua, saya memang di lap itu mau masuk ke pit lane, dan di lap itu saya out ngelebar ke gravel, terus saya nyoba buat balik lagi ke sirkuit, terus pas lihat belakang ada dua rider. Nah saya kira biasanya kan memang pertengahan sesi memang rata-rata pada ganti ban, saya kira mereka juga lagi pelan kan, jadi nggak begitu ngeganggu," ujar Veda.
Veda mengaku tidak menyadari bahwa salah satu pebalap di belakangnya tengah memacu motor dengan kecepatan tinggi demi mencatatkan waktu terbaik. Penjelasan baru didapatkan setelah dirinya dipanggil oleh race direction seusai sesi kualifikasi berakhir. "Terus di tikungan selanjutnya ternyata salah satu dari dua rider itu ada yang lagi kencang, dan saya juga nggak tau kalau itu lagi kencang atau nggak. Terus ya setelah sesi kualifikasi dipanggil ke race direction terus ditunjukin videonya, saya baru tahu," lanjutnya.
Kendati harus menjalani hukuman yang memperberat perjuangannya di lintasan, Veda tetap tampil kompetitif di Hungaria. Sanksi LLP tersebut memengaruhi hasil akhir balapan, di mana Veda menyentuh garis finis di peringkat ke-16 sehingga belum berhasil membawa pulang poin.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·