Veddriq Leonardo Raih Medali Perunggu Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2026

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo, berhasil mengamankan medali perunggu pada ajang World Climbing Asian Championship 2026 yang berlangsung di Meishan, China awal April lalu. Pencapaian ini menandai kembalinya peraih emas Olimpiade Paris tersebut ke panggung internasional usai menjalani masa pemulihan cedera jari yang panjang.

Dilansir dari Detik Sport, Veddriq meraih posisi ketiga setelah memenangkan babak small final melawan atlet tuan rumah, Ling Yongzhi. Dalam pertandingan tersebut, Veddriq membukukan catatan waktu 5,15 detik, sementara lawannya mengalami jatuh atau fall.

Keberhasilan meraih podium ini dipandang sebagai hasil yang optimal mengingat kondisi fisik Veddriq yang belum sepenuhnya pulih. Veddriq diketahui sempat mengalami cedera inflamasi pada jari tengahnya pasca-Olimpiade 2024 dan menghabiskan sepanjang tahun 2025 untuk fokus pada penyembuhan.

"Kalau buat Asian Championship kemarin sih overall menurut saya sudah optimal ya, karena memang kondisi masih proses pemulihan cedera jari dan memang kemarin waktu berangkat kondisi kesehatan agak sedikit menurun gitu," kata Veddriq, Jumat (17/4/2026).

Veddriq menjelaskan bahwa faktor kesehatan juga menjadi kendala tambahan saat berlaga di China. Selain pemulihan cedera yang belum tuntas, ia mengaku sempat mengalami gangguan kesehatan ringan yang memengaruhi kebugarannya selama kompetisi berlangsung.

"Jadi kemarin sempat demam sama pilek. Tapi untuk penampilan sih saya rasa cukup baik dan memang yang saya dapati dari Asian Championship kemarin tuh memang untuk zona Asia sekarang sudah makin ketat sih," kata Veddriq.

Mengenai peta persaingan di tingkat benua, Veddriq mencermati munculnya kekuatan-kekuatan baru yang patut diwaspadai. Selain negara-negara tradisional yang menjadi pesaing kuat, beberapa negara mulai menunjukkan lonjakan performa yang signifikan di nomor speed.

"Sebenarnya masih itu-itu saja (musuhnya) kayak China, Kazakhstan, Korea, lalu tambah Jepang. Sekarang juga ada kejutan dari negara-negara seperti Iran, ya sudah ramai (persaingannya) sekarang," ujar Veddriq.

Penampilan di Meishan menjadi tolok ukur penting bagi tim panjat tebing Indonesia sebelum menghadapi Asian Games Nagoya mendatang. Evaluasi teknis terus dilakukan untuk menajamkan catatan waktu dan memantau performa para pesaing utama di seri-seri kejuaraan berikutnya.

"Kalau evaluasi kemarin sih kelihatan masih kasar, lebih ke persaingan sama catatan waktu ya, kayak kompetitor yang bakal ketemu nanti di seri-seri berikutnya. Tapi kalau performa kita masih ya meraba-raba lah gitu," kata Veddriq.

Veddriq menambahkan bahwa partisipasi dalam kejuaraan tingkat Asia ini memberikan gambaran objektif mengenai level kekuatan tim saat ini. Fokus utama tim kini beralih pada penguatan kondisi fisik dan pemantapan strategi demi mempertahankan daya saing di level tertinggi.

"Jadi kita kayak lebih sadar dengan kemampuan tim kita sekarang kuatnya di mana, dan kondisinya seperti apa," tegas Veddriq.