Vicky Shu Ungkap Perjuangan Turunkan Berat Badan usai Kena Body Shaming

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Penyanyi Vicky Shu saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta, Jumat, (3/7). Foto: Ronny

Vicky Shu membagikan cerita soal perjuangannya menghadapi perubahan tubuh setelah melahirkan anak kedua. Di tengah proses tersebut, Vicky mengaku sempat menjadi sasaran body shaming hingga mom shaming di media sosial.

Perubahan penampilan Vicky bahkan sempat memunculkan spekulasi dari publik. Banyak yang menduga dirinya menjalani operasi potong lambung karena transformasi tubuhnya dinilai cukup drastis dalam waktu singkat.

Namun, Vicky menegaskan dirinya menjalani program manajemen berat badan bersama Halofit by Halodoc selama delapan minggu dengan pendampingan medis dan perubahan pola hidup yang lebih sehat.

“Aku memilih program ini karena aku ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja,” ujar Vicky Shu saat dihubungi.

instagram embed

Pelantun lagu Mari Bercinta 2 itu mengatakan dirinya mendapatkan pendampingan dokter, meal plan sesuai kebutuhan tubuh, hingga terapi GLP-1 yang membantu mengontrol nafsu makan.

Selain mengikuti program tersebut, Vicky juga mulai rutin berjalan kaki setiap hari dan mengatur ulang pola konsumsi sehari-hari di tengah kesibukannya bekerja dan mengurus keluarga.

Vicky mengaku perjalanan transformasi tubuhnya bukan hanya soal angka di timbangan, tetapi juga tentang belajar menerima diri sendiri tanpa harus mengikuti standar kecantikan orang lain.

“Perjalanan transformasi ini ngajarin aku bahwa kita enggak harus memenuhi standar kecantikan orang lain,” tuturnya.

Penyanyi Vicky Shu saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta, Jumat, (3/7). Foto: Ronny

Menurut Vicky, perubahan terbesar yang ia rasakan justru datang dari kondisi mentalnya.

“Tujuan sebenarnya bukan hanya menurunkan berat badan saja, tapi justru memiliki tubuh yang sehat, dan akhirnya pun dapat berdampak pada mental yang sehat,” lanjutnya.

Sementara itu, VP Consultation & Diagnostics Halodoc, Ignasius Hasim, mengatakan persoalan obesitas bukan hanya soal menurunkan angka di timbangan, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.

“Melalui Halofit kami menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggabungkan edukasi,” ujar Ignasius.

Vicky Shu. Foto: Isntagram @vickyshu

Kisah yang dialami Vicky Shu disebut mewakili banyak perempuan yang menghadapi tekanan sosial terkait bentuk tubuh, terutama setelah melahirkan. Tak sedikit yang akhirnya merasa tertekan karena berat badan sering dianggap hanya soal disiplin menjaga pola hidup.

Padahal, kondisi tersebut juga bisa dipengaruhi banyak faktor lain seperti perubahan hormon, metabolisme, hingga kondisi mental seseorang.