Viral Pencurian Motor Keyless, Pabrikan Sebut Sistem Immobilizer Tetap Aktif

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi remote keyless Honda. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Seorang pemilik motor skutik belum lama ini mengalami nasib apes tatkala motor yang sedang parkir di sebuah gang raib digondol maling. Aksi pencurian itu tertangkap jelas dari tayangan kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Warakas 1, Jakarta Utara. Akun Instagram @depok24jam membeberkan waktu kejadian pukul 06:30 WIB, memperlihatkan empat orang dengan gerak-gerik mencurigakan sejak awal.

Disebutkan, satu orang bertugas untuk mengawasi lingkungan sekitar, satu orang lainnya duduk di atas motor untuk merusak sistem kunci kendaraan, dan dua orang lainnya bersiaga untuk aksi melarikan diri bila terpergok warga lokal.

Pada akhirnya, satu orang yang berada di motor mampu melumpuhkan sistem keamanan dengan cara membuat kunci setang patah menggunakan dorongan dari kaki. Motor raib dengan cara didorong alias sistem tidak menyala.

Tak sedikit warganet yang menebak motor tersebut adalah Yamaha NMax yang sudah memiliki fitur remote keyless. Beberapa mempertanyakan tingkat aspek keamanan dari piranti yang kini mulai jamak ditemui pada motor modern itu.

Namun Technical & Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Ferry Nurul Fajar memandang lain. Bobolnya motor skutik berkelir putih itu tidak berkaitan langsung dengan fitur remote keyless, tindakan serupa bisa juga diterapkan pada motor lain.

"Iya sekarang modus pencurian itu makin beragam, apalagi parkir di luar atau pinggir jalan. Itu dia kan mematahkan kunci setang, kemudian didorong kan? Enggak bisa nyala (motor) soalnya," buka Nurul saat dihubungi kumparan, Rabu (6/5/2026).

IlustrasI remote keyless Yamaha. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Pada tayangan hasil kamera pengawas tersebut memperlihatkan gelagat sang maling sebelum melakukan aksinya hanya dalam hitungan detik. Tanpa banyak gerakan dan suara yang menarik perhatian, motor tersebut seketika berpindah tangan.

"Kemungkinan ya itu akan dibongkar dan parts-nya dijual karena itu tidak akan bisa kontak on kalau tidak ada remote atau kode keyless enggak cocok pada sistemnya. Kalau di Yamaha memang (fitur keyless) kita tidak ada alarm, hanya answer back system," jelas Nuril.

Nuril bilang, selama pihak yang membawa motor Yamaha dengan mekanisme atau punya fitur remote keyless tidak memiliki kode, maka pihak bengkel tidak dapat membuka atau menyalakan sistem motor tersebut.

"Itu kodenya terdaftar di ECU, jadi dari remot sudah teregistrasi ke sana. Motor kita yang keyless memang sudah immobilizer, itu penting untuk kontak agar motornya bisa hidup. Makanya kodenya yang ada di kartu itu jangan sampai hilang," terangnya.

Remote keyless dan anak kunci All New Yamaha NMax. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Setiap pembelian sepeda motor Yamaha dengan fitur remote keyless, konsumen akan mendapatkan satu modul remote dan dua anak kunci untuk membuka bagasi untuk keperluan darurat. Serta, sebuah kartu berwarna merah yang isinya deret angka alias kode.

"Komponennya lumayan banyak jika itu rusak atau harus diganti bila remote keyless tidak cocok dengan ECU. Jadi meski beli komponen baru untuk keyless system, ECU, sampai remote itu sepaket. Tapi bengkel resmi tetap perlu akses kode," pungkas Nurul.

Menilik aplikasi Part Katalog Yamaha Indonesia, sistem kelistrikan Yamaha Nmax mulai generasi ke-2 berfitur remote keyless terdiri dari beberapa komponen. Salah satunya adalah Main Switch Steering Lock dengan harga eceran termasuk pajak komponennya Rp 760 ribu.

Kemudian ada komponen Remote Control Unit Assy. yang harga satuan ecerannya sebesar Rp 1,8 juta dan Wire Harness Assy. harganya Rp 2,49 juta. Itu belum termasuk komponen kecil pendukung lainnya.

Keyless Suzuki Saluto 125 Foto: dok. Supermoto8

Turut menanggapi Founder dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengingatkan kepada pengendara untuk menanamkan dua hal yakni safety riding dan security riding.

"Safety riding sudah sering dibahas menyangkut keselamatan berkendara, namun jangan lupakan keamanan ketika membawa kendaraan. Terutama di wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi," kata Jusri kepada kumparan.

Jusri bilang, tak ada salahnya menyiapkan atau membawa perlengkapan keamanan tambahan untuk pemilik sepeda motor. Mulai dari gembok, rantai atau sejenisnya, hingga pemasangan aksesori alarm.

Pemotor melintas di Jalan Inspeksi Kalimalang, Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Lantas apa itu serta merta motor tidak akan bisa dicuri? Memang realitanya tidak begitu, sama seperti rumah yang sudah dipasang keamanan apa pun ada saja yang bobol. Namun paling tidak, pertahanan tadi memperlambat atau memperkecil risiko kendaraan hilang dengan cepat," terangnya.

Jusri mengingatkan pengendara dan pemilik kendaraan agar selalu mawas diri hingga bisa membaca rute tempat yang dituju. Termasuk perkara parkir kendaraan hingga mitigasi yang harus dilakukan bila mengalami musibah.

"Saat menentukan rute misalnya, coba dicari tahu sela waktu kapan wilayah itu sepi pengendara atau bagaimana risiko lingkungannya. Kemudian kalau mau berhenti, itu pilih-pilih tempat yang aman seperti kantor polisi, sekolah, atau SPBU yang biasanya ramai banyak orang," paparnya.