Virus Hanta dan Ebola jadi Perhatian Dunia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Perhatian dunia kini tertuju pada virus-virus lama yang kembali muncul. Usai ramai soal virus hanta yang menyerang para penumpang kapal pesiar, kini ramai diberitakan soal virus ebola yang kembali menyerang manusia. Serangan kedua virus tersebut, oleh perwakilan World Health Organization (WHO) sebagai keadaan berbahaya. Mengutip detikHealth, Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (18/5/2026) saat membuka Sidang Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa.

Penetapan status bahaya terhadap kemunculan kembali kedua virus zoonosis tersebut, ditanggapi oleh Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara sekaligus eks Direktur Jenderal P2PL Kementerian Kesehatan RI, Prof Tjandra Yoga Aditama. Menurutnya ada tiga alasan kuat mengapa hal tersebut diungkapkan ke publik.

Pertama, Ebola yang saat ini diketahui sudah membunuh ratusan warga Kongo tersebut belum ada penawarnya. Kedua, Ebola sudah menyebar hingga keluar Kongo. Sementara alasan ketiga, mengutip detikHealth, pola penyebaran Ebola dinilai membutuhkan koordinasi dan kerja sama global, terutama dalam penguatan surveilans, pencegahan, dan respons wabah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejauh ini untuk Ebola karena Bundibugyo virus memang belum ada obat dan vaksin yang disetujui WHO," ujar Prof Tjandra.

Menindaklanjuti dengan perkembangan situasi ini, Kementerian Kesehatan RI melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mewanti-wanti masyarakat agar tidak memakan daging mentah maupun daging dari hewan liar untuk meminimalisir terkena virus berbahaya.

"Masyarakat diimbau hanya mengonsumsi daging yang telah dimasak matang dan menghindari konsumsi hewan liar," kata Aji dikutip dari detikHealth.


Meski belum menemukan kasus ebola di Indonesia, Kemenkes telah melakukan sejumlah usaha pencegahan. Salah satunya, menyiapkan 198 rumah sakit rujukan dalam jejaring layanan pengampuan Penyakit Infeksi Emerging (PIE). tidak hanya itu, pemerintah juga melakukan pelatihan kepada tenaga-tenaga medis.

Mengutip detikHealth, Indonesia juga mulai memperketat pengawasan kesehatan di gerbang-gerbang masuk negara. Pemerintah akan berfokus pada masyarakat atau pendatang yang berasal dari negara-negara terdampak.

"Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak," beber Aji dalam edaran yang diterima detikcom, Rabu (20/5/2026).

Apa itu Ebola? Bagaimana metode penyebarannya? Simak diksusinya dalam detikSore!

Menuju berita daerah, detikSore akan mengulas penangkapan Y(24) seorang guru honorer asal Anjatan, Indramayu. Penangkapan ini didasari oleh tindakan pencabulan terhadap belasan anak didiknya sendiri. Merangkum detikJabar, terduga pelaku sudah berstatus tersangka.

Bagaimana kasus ini bisa terkuak? Simak laporan lengkap Jurnalis detikJabar selengkapnya.

Jelang petang nanti, detikSore akan kembali menghadirkan Dato' Nazir Khan dan Indra Rangkuti. Sebagai praktisi pasar modal, keduanya akan mengulas lebih dalam bagaimana menyikapi situasi pasar yang sangat rentan. Seperti diketahui, asar keuangan sepanjang 2026 bergerak dalam lanskap yang penuh turbulensi.

Ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat, konflik geopolitik yang terus bereskalasi, serta arus dana asing yang bergerak cepat membuat pasar saham global, termasuk IHSG, kerap berayun tajam. Dalam situasi seperti ini, investor tidak hanya dituntut peka membaca momentum, tetapi juga mampu menjaga disiplin, mengelola risiko, dan menahan diri dari keputusan impulsif yang dipicu sentimen sesaat.

Bagaimana sikap yang harus dimiliki investor dalam menghadapi situasi yang tidak tentu ini? Simak diskusinya dalam detikSore.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)