Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menekankan pentingnya sinkronisasi dan konsistensi perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).
"Musrenbang memiliki fungsi penting dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan secara berjenjang sehingga arah pembangunan daerah tetap konsisten dengan visi pembangunan nasional," kata Ribka dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Ribka Haluk pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2027.
Musrenbang tersebut bertajuk "Akselerasi Pembangunan Manusia dan Pelayanan Dasar yang Inklusif untuk Penguatan Daya Saing dan Kesejahteraan Masyarakat Papua Pegunungan".
Pada kesempatan itu, Ribka menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian yang menekankan bahwa musrenbang merupakan forum strategis untuk memastikan pembangunan daerah berjalan selaras dengan prioritas nasional.
Dia menambahkan tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Dengan demikian, RKPD tahun 2027 memiliki peran krusial dalam menentukan capaian visi kepala daerah sekaligus mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
"Tahun 2027 menjadi momentum penentu. RKPD harus mampu menjadi instrumen yang memastikan ketercapaian visi daerah sekaligus mendukung prioritas nasional," ujarnya.
Baca juga: Kemendagri: Musrenbang provinsi wajib dihadiri kepala daerah
Ribka juga mendorong pemerintah daerah di Papua Pegunungan untuk mengakselerasi implementasi Astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke dalam dokumen perencanaan dan program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pelayanan dasar, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
"Implementasi Astacita harus diterjemahkan secara konkret dalam program daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata dan merata," kata Ribka.
Wamendagri juga mengapresiasi capaian pembangunan Papua Pegunungan dalam lima tahun terakhir yang menunjukkan tren positif.
Namun demikian, dia mengingatkan masih terdapat sejumlah indikator yang berada di bawah rata-rata nasional.
"IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Papua Pegunungan terus meningkat menjadi 54,91 pada 2025, namun masih menjadi yang terendah secara nasional. Pertumbuhan ekonomi juga masih di bawah rata-rata nasional dan angka kemiskinan masih cukup tinggi meskipun terus menurun," ujarnya.
Baca juga: Papua Tengah libatkan masyarakat adat susun program Otsus 2027
Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pembangunan di Papua Pegunungan.
"Koordinasi yang kuat antar-forkopimda menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Tanpa kondisi yang kondusif, pelaksanaan pembangunan tidak akan berjalan optimal," kata Ribka.
Musrenbang ini turut dihadiri Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Gubernur Papua Pegunungan dan jajaran, DPR Papua Pegunungan, MRP, BP3OKP, serta para bupati dan wakil bupati se-Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan sarana dan prasarana layanan kependudukan dan pencatatan sipil oleh Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan kepada delapan kabupaten sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hasil Musrenbang RKPD Tahun 2027 selanjutnya akan menjadi dasar penyempurnaan rancangan akhir RKPD 2027 Provinsi Papua Pegunungan, sekaligus memperkuat perencanaan berbasis data dan tata kelola pemerintahan daerah.
Baca juga: Mendagri ingatkan kepala daerah jaga kekompakan forkopimda
Baca juga: Wamendagri: Musrenbang Otsus di Papua harus tuntas Maret 2026
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·