Makassar (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memaparkan sejumlah prasyarat penting agar digitalisasi pembelajaran berjalan efektif.
Wamendikdasmen Fajar dalam keterangannya di Makassar, Rabu, mengatakan merujuk pada berbagai pembelajaran internasional mengenai transformasi digital pendidikan, maka yang pertama adalah komitmen politik yang kuat.
Menurut dia, kehadiran Papan Interaktif Digital (PID) di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu bukti komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini.
Komitmen politik ini menjadi fondasi penting, kata dia, agar digitalisasi pembelajaran tidak berhenti sebagai program pengadaan, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas belajar anak.
Baca juga: Wamendikdasmen: PID PAUD upaya bangun kreativitas anak sejak dini
Kedua, monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, lanjutnya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di daerah diminta aktif mengawal implementasi PID agar benar-benar dimanfaatkan sekolah.
Ketiga, pelatihan guru yang berkelanjutan dan merata. Wamendikdamen Fajar menyebut pemerintah bersama Komisi X DPR RI telah mengalokasikan sekitar Rp1 triliun untuk pelatihan guru agar seluruh guru mendapat kesempatan meningkatkan kapasitasnya.
Keempat, konten pembelajaran yang kuat. Dalam konteks Indonesia, menurutnya, konten PID tidak cukup hanya menarik secara digital, tetapi juga harus relevan dengan kebutuhan anak, budaya sekolah, bahasa, dan lingkungan sosialnya.
Baca juga: Mendikdasmen lapor Presiden sudah salurkan 172 ribu IFP ke sekolah
“Digitalisasi bisa berjalan beriringan dengan tradisi. PID bisa menjadi ruang kreatif untuk menghadirkan bahan ajar bahasa daerah, kearifan lokal, dan konten yang dekat dengan kehidupan anak,” ujarnya saat menutup Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan 6 di Makassar.
Kelima, perawatan perangkat yang baik. Wamendikdasmen Fajar menekankan keberlanjutan pemanfaatan PID membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar sekolah.
Menurutnya, PID merupakan aset pembelajaran yang harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“PID ini harus kita jaga bersama. Sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar perlu ikut merasa memiliki, karena perangkat ini hadir untuk kepentingan anak-anak kita,” ucap Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.
Baca juga: Mendikdasmen serukan adaptasi pendidikan di tengah disrupsi digital
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·