Tarakan, Kaltara (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak berharap jamaah calon haji usia lanjut (lansia) untuk fokus pada ibadah-ibadah inti dan tidak terlalu memaksakan diri agar tak menguras tenaga.
“Yang penting beliau-beliau (jamaah lansia) jangan terlalu memaksakan kegiatan ibadah, karena 95 persen ibadah haji adalah kegiatan fisik,” ujarnya saat diwawancara terkait jamaah calon haji Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berusia lanjut di Bandara Internasional Juwata Tarakan, Senin.
Baca juga: Kemenhaj: Petugas haji wajib berseragam saat puncak haji di Armuzna
Karena 95 persen kegiatan fisik, kata Wamenhaj, tentu akan banyak menguras tenaga. Oleh karena itu, ia berpesan kepada jamaah calon haji yang lansia untuk fokus kepada ibadah inti.
“Mereka harus fokus saja pada ibadah-ibadah inti dan tidak memaksakan diri,” kata Dahnil.
Ditegaskan Wamenhaj, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI juga beberapa kali memperingatkan kepada petugas haji, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) supaya tidak mengajak jamaah untuk tur keliling kota serta umrah berulang-ulang.
“Kami juga memperingatkan KBIHU supaya pemimpin rombongannya tidak melakukan itu. Kalau mereka melakukan itu kami akan peringatkan,” katanya.
Baca juga: Ibadah sunnah jangan sampai ganggu ibadah wajib
Baca juga: PPIH Medan minta petugas haji utamakan pelayanan ibadah di Tanah suci
Peringatan itu tidak main-main, karena sudah ada beberapa KBIHU yang Kemenhaj ancam untuk dicabut izinnya, karena terlalu banyak bikin program tur keliling kota dan umrah berulang kali, sehingga jamaah dijadikan komoditas.
“Kami ingin, berhenti menjadikan jamaah itu sebagai komoditas,” tegasnya.
Pewarta: Agus Salam
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·