Tarakan, Kaltara (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan inspeksi mendadak persiapan keberangkatan jamaah calon haji Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Saya ke daerah, terutama inspeksi mendadak persiapan keberangkatan jamaah calon haji ke Tanah Suci,” ujar Wamenhaj di Bandara Internasional Juwata Tarakan, Provinsi Kaltara, Senin.
Baca juga: Calon haji tambahan Bulungan-Kaltara berangkat ke Embarkasi Balikpapan
Ia mengatakan di Kaltara relatif tidak terlalu banyak calon haji yang berangkat, yakni hanya satu setengah kloter. Karena relatif kecil itu, menjadi perhatian khusus Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, sebab daerah-daerah relatif kecil kebanyakan harus transit.
“Kita harus perhatikan secara khusus, karena waktu yang mereka tempuh di perjalanan relatif lebih lama,” katanya.
Saat meninjau langsung jamaah calon haji Kaltara, Wamenhaj menginformasikan ke Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Provinsi Kaltara untuk tidak banyak kegiatan seremonial yang bisa menyita waktu.
“Alhamdulillah, kan kita cuman langsung sekadar melihat dan menyapa. Saya bersama Bapak Gubernur juga hanya menyapa. Jadi, tidak banyak acara seremonial,” katanya.
Baca juga: Bupati Nunukan imbau calon haji furoda jaga nama baik bangsa
Baca juga: 423 calon haji Kaltara dilepas ke Arab Saudi
Kenapa meminta agar tak banyak kegiatan seremonial, kata Wamenhaj, karena untuk memastikan jamaah calon haji punya waktu untuk istirahat.
Sebab, lanjutnya, setelah berangkat dari Tarakan menuju Embarkasi Balikpapan, akan masuk asrama haji lagi, kemudian pemeriksaan kesehatan dan harus menunggu sehari lagi baru diberangkatkan.
“Jadi, kami mengimbau kepada pemerintah daerah, gubernur, wali kota, bupati supaya tidak terlalu banyak acara seremonial untuk memastikan mereka bisa cukup istirahat,” ujarnya.
Pewarta: Agus Salam
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·