Wamenhub minta maaf perjalanan KA terganggu imbas insiden Bekasi Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya perjalanan kereta api akibat insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.

"Kami mohon maaf, ini dikarenakan memang kami sedang fokus dalam penanganan evakuasi yang secepatnya ingin kita segera selesaikan," kata Wamenhub dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan gangguan layanan terjadi karena pemerintah bersama pihak terkait tengah memfokuskan upaya pada proses evakuasi korban yang masih berlangsung di lokasi kejadian.

Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan layanan transportasi secara bertahap.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia yang dinilai membantu mempercepat penanganan insiden kecelakaan tersebut.

Selain itu, pemerintah bersama KAI dan Basarnas akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala mengenai perkembangan penanganan di lapangan.

Wamenhub turut memohon doa agar seluruh korban dapat segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan terbaik sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat dan optimal.

Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan pengembalian biaya tiket (refund) sebesar 100 persen seluruh penumpang kereta api jarak jauh yang terdampak pembatalan perjalanan akibat insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, kebijakan refund diberikan secara penuh untuk memberikan kepastian bagi pelanggan.

“KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Kami memastikan seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” ujar Anne dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, berdasarkan pembaruan data hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka.

Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dalam situasi ini," kata Anne.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.