Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan layanan klinik infertilitas dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berpengaruh dari lahirnya generasi emas usia produktif di tahun 2045.
“Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045, yang disebut sebagai masa Indonesia emas, harus dijaga kualitasnya,” kata Dante dalam acara re-launching Klinik Yasmin RSCM di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan layanan klinik infertilitas dibutuhkan untuk menjaga lahirnya generasi baru pada tahun 2045 yang berusia produktif, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tetap terjaga.
Baca juga: Morula IVF Indonesia buka layanan fertilitas di RS Indriati Solo
Dante menyebutkan data dari WHO, infertilitas memengaruhi 1 dari 6 orang dewasa di seluruh dunia, sementara di Indonesia pada tahun 2022 ada 6 juta pasangan menikah yang membutuhkan intervensi medis. Angka ini cenderung menurun dari survei fertilitas atau kelahiran total yang dilakukan Badan Pusat Statistik tahun 2020 sebesar 2,18 menjadi 2,13 di sekitar tahun 2025.
Saat ini terdapat 67 klinik fertilitas termasuk negeri dan swasta di seluruh Indonesia tersebar di 15 provinsi, salah satunya Klinik Yasmin di RSCM Kencana Jakarta.
Ia berharap dengan adanya Klinik Yasmin RSCM, masyarakat bisa mendapatkan pilihan yang terbaik untuk pasangan yang mendambakan momongan, dengan dokter tepercaya dan penanganan infertilitas berdasarkan penelitian terbaru dan teknologi terkini.
Baca juga: BKKBN resmikan klinik fertilitas pertama di RSUD Biak Numfor Papua
Dante mengatakan dokter di Indonesia juga tidak kalah dengan klinik fertilitas di luar negeri sehingga masyarakat bisa memilih perawatan di negara sendiri yang sudah memiliki kualitas yang sama dari segi penanganan hingga teknologi.
Dante juga berharap nantinya rumah sakit vertikal lain di bawah Kementerian Kesehatan bisa mereplikasi Klinik fertilitas Yasmin RSCM dan bisa belajar mengenai fertilitas pria dan wanita, sehingga semakin banyak klinik fertilitas tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: HIN gandeng spesialis kesuburan asal Malaysia bangun IVF di KEK Sanur
Adapun beberapa hambatan masyarakat yang masih kesulitan mengakses klinik fertilitas di daerahnya di antaranya masih sulit memasukkan alat dan tenaga operasional yang membutuhkan presisi tinggi, serta angka kematian ibu dan usia perkawinan dini yang masih harus ditangani pemerintah.
“Klinik ini nanti bisa direplikasi ke semua rumah sakit vertikal Kemenkes, itu juga ada di pelosok-pelosok, cuma memang ada cost-cost masih tinggi untuk yang kurang mampu, karena ini memang belum di cover sama BPJS,” kata Dante.
Baca juga: OMDC Healthcare bersama Morula luncurkan klinik fertilitas
Baca juga: Sari Asih - Morula IVF luncurkan klinik fertilitas pertama di Tangsel
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·