Wamentan minta HKTI kawal program pertanian hingga ke petani

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meminta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengawal program pertanian hingga ke tingkat petani guna memastikan implementasi berjalan efektif, tepat sasaran, serta meningkatkan kesejahteraan petani nasional.

"HKTI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengawal implementasi program pertanian agar benar-benar dirasakan oleh petani di lapangan," kata Wamentan Sudaryono yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI dalam peringatan HUT ke-53 HKTI di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin.

Ia menegaskan, HKTI bukan sekadar organisasi melainkan mitra strategis pemerintah yang memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan benar-benar sampai ke petani.

“HKTI harus jadi mata, telinga, dan corong pemerintah. Program tidak boleh berhenti di atas kertas, harus dirasakan langsung oleh petani,” katanya menegaskan.

Menurut dia, penguatan peran HKTI menjadi semakin relevan seiring dengan konsolidasi internal organisasi yang kini telah solid tanpa dualisme kepengurusan.

“Hari ini HKTI sudah bersatu. Ini kekuatan besar untuk menggerakkan sektor pertanian dari pusat sampai daerah,” ujar dia.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir untuk menjaga keberlanjutan produksi. Langkah tersebut mencakup percepatan perbaikan irigasi, penyederhanaan distribusi pupuk, hingga menjaga harga gabah dan jagung tetap menguntungkan petani.

“Kita pastikan pupuk tersedia, distribusi dipermudah, dan harga tetap berpihak pada petani,” katanya menjelaskan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) memberi sambutan dalam peringatan HUT ke-53 HKTI di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (27/4/2026). ANTARA/Harianto

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi dalam negeri guna menekan ketergantungan impor pangan. Sejumlah komoditas strategis seperti telur dan daging ayam bahkan telah mencapai swasembada.

“Kita optimistis produksi dalam negeri terus meningkat dan ketergantungan impor makin ditekan,” katanya.

Wamentan mengatakan seluruh upaya tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat posisi petani sebagai aktor utama dalam ketahanan pangan nasional.

“Tidak ada petani yang kita tinggalkan. Ini kerja bersama untuk memastikan pertanian Indonesia semakin kuat dan berdaulat,” ujar dia.

Lebih lanjut, Sudaryono menyebutkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk pertama kalinya menembus angka lebih dari 5 juta ton. Sementara itu, produksi beras nasional pada tahun 2025 meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) naik menjadi 125,35—tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan sebesar 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan penguatan sektor pertanian nasional yang tidak terlepas dari kerja bersama antara pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk HKTI sebagai penghubung utama di lapangan.

Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari kerja bersama antara pemerintah, petani, dan HKTI sebagai penghubung utama di lapangan.

“Ini bukti kerja bersama. Pemerintah hadir, petani bekerja, dan HKTI ikut mengawal. Hasilnya nyata, stok pangan kita kuat,” katanya.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.