Warga diajak tunggu investigasi KNKT soal insiden kereta Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pakar transportasi publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Prof. Tri Basuki Joewono mengajak warga atau seluruh masyarakat Indonesia untuk menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai tabrakan kereta di Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4).

“Mari kita tunggu hasil investigasi KNKT. Semoga hasil investigasi dapat diselesaikan dan dipublikasikan dalam waktu dekat,” ujar pakar yang juga merupakan Rektor Unpar, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Sipil Unpar ini menjelaskan semua pihak perlu menunggu hasil investigasi KNKT agar bisa memberikan solusi atau saran yang tepat terkait perbaikan pascainsiden itu ke depan.

“Saya menyarankan untuk menunggu hasil investigasi KNKT. Setelah itu, baru dievaluasi bersama untuk mendalami lebih jauh, dan barulah mencari alternatif-alternatif solusi,” katanya.

Sementara itu, dia mengingatkan agar solusi atau saran tersebut tidak sebatas menyelesaikan persoalan di tingkat permukaan saja. Akan tetapi, bisa menyelesaikan hingga ke akar masalah.

“Peran semua pihak untuk mendalami, lalu menyusun usulan yang komprehensif menjadi sesuatu yang penting,” ujarnya.

Adapun kronologi kecelakaan yang terjadi pada 27 April 2026, diduga bermula dari kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang dengan kode 5181 menabrak satu unit taksi di perlintasan kereta dekat Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat.

Akibatnya, KRL berkode 5568 yang mengarah Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Namun, kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menabrak KRL tersebut hingga menembus sejumlah gerbong.

Polda Metro Jaya mengungkapkan hingga Selasa (28/4) sore tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Pada kesempatan berbeda, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa.

Selain itu, Presiden menyetujui pembangunan jalan layang di Bekasi untuk mencegah berulangnya peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta api.

Baca juga: KAI refund 100 persen tiket KA jarak jauh imbas insiden Bekasi Timur

Baca juga: Pakar berkendara tekankan etika saat melewati perlintasan sebidang

Baca juga: Seskab: Evakuasi korban tabrakan KA di Bekasi intensif dan cepat

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.