Polisi mendapat laporan dari warga mengenai dugaan teror ‘pocong’ di Desa Mauk, Sukadiri, Kabupaten Tangerang pada Minggu (17/5) pukul 20.00 WIB. Laporan tersebut disampaikan oleh salah satu warga usai muncul kecemasan dari masyarakat sekitar.
“Warga udah ribut awalnya, itu melapor karena udah ramai. Jadi sebelum saya datang ke situ (lokasi) juga warga udah ramai ke situ,” ucap Bhabinkamtibmas Mauk Aiptu Suyudi saat dikonfirmasi, Kamis (21/5).
Meski begitu, Suyudi menjelaskan pelapor tidak mengetahui langsung keberadaan pocong yang dimaksud. Keributan itu terjadi karena ada anak-anak yang mengaku melihatnya di sebuah rumah kosong.
“Nah kata warga di sini, katanya-katanya nih. Katanya di rumah kosong, ada yang lihat anak-anak,” kata Suyudi.
Karena keresahan masyarakat yang memuncak, polisi pun mencari ke rumah kosong tersebut bersama masyarakat sekitar. Hal itu dilakukan sebab dikhawatirkan ada pocong jadi-jadian yang membahayakan masyarakat.
“Yang ditakutkan itu keresahan ada pocong jadi-jadian. Makanya tetap kita cari supaya clear, warga enggak resah lagi,” ungkap Suyudi.
Terpisah, Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana menjelaskan pencarian pocong tersebut dilakukan menggunakan senter bersama masyarakat. Namun, hasilnya nihil.
“Jadi sampai ke rumah kosong terus ke pohon disenter-senter gitu pencariannya, tapi enggak ada,” ujar Nariana.
Setelah itu, polisi pun mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan tetap tenang. Untuk mendukung hal itu, polisi pun intensif melakukan patroli di Desa Kosambi.
“Ya sejak itu, patroli ke sana. Tadi malam juga anggota piket dipimpin Pawas itu ke sana berpatroli untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” tutur Nariana.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·