Wesley Sneijder Kritik Perayaan Gelar Juara La Liga Barcelona

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Mantan gelandang Real Madrid Wesley Sneijder melontarkan kritik keras terhadap skala perayaan gelar juara La Liga Barcelona yang dinilai berlebihan meski klub tersebut terus mencatat hasil mengecewakan di kompetisi Eropa. Kritik ini muncul setelah Barcelona mengadakan parade bus terbuka di jalanan kota untuk merayakan kemenangan domestik di bawah arahan pelatih Hansi Flick pada Selasa, 12 Mei 2026.

Barcelona berhasil merebut kembali supremasi domestik dengan menjuarai Liga Spanyol dan Supercopa, yang sekaligus membuat Real Madrid mengakhiri musim tanpa trofi. Melansir laporan Barca Universal dan Footmundo, Sneijder mempertanyakan standar klub Catalan tersebut yang dianggapnya telah menurun drastis dibandingkan generasi sebelumnya.

Pria asal Belanda tersebut menyoroti kegagalan Barcelona di kancah internasional yang kontras dengan euforia perayaan gelar domestik mereka baru-baru ini.

"This is a club that hasn’t won the Champions League in over 10 years, that fails in Europe and is humiliated every other season, and then celebrates league titles as if they’d conquered football all over again." ujar Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.

Sneijder menambahkan bahwa klub sebesar Barcelona seharusnya memiliki target yang lebih tinggi, terutama karena pihak manajemen dan pemain sempat menyatakan bahwa Liga Champions adalah sasaran utama musim ini.

"It’s a club that hasn’t won the Champions League in over 10 years, that fails in Europe and is humiliated every two seasons," kata Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.

Setelah mengomentari prestasi klub secara kolektif, Sneijder juga menanggapi perbandingan yang dibuat oleh para pendukung Barcelona antara pemain muda Lamine Yamal dengan legenda Cristiano Ronaldo.

"Then they celebrates league titles as if they had conquered football again." lanjut Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.

Legenda tim nasional Belanda tersebut menganggap perbandingan statistik antara pemain berusia 18 tahun dengan Ronaldo sebagai bukti penurunan ekspektasi di lingkungan Barcelona.

"Barcelona fans comparing an 18-year-old to Cristiano Ronaldo over league titles tells you everything about how low standards have fallen at that club." tegas Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.

Ia mengingatkan publik mengenai pencapaian panjang Ronaldo yang telah mendominasi berbagai liga elit di Eropa selama hampir dua dekade.

"The fact that Barcelona fans are comparing an 18-year-old to Cristiano Ronaldo in terms of league titles says everything about how low the standards have fallen at that club." tutur Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.

Sneijder menyarankan agar para penggemar lebih fokus pada perbaikan performa tim di turnamen kontinental daripada melakukan provokasi terhadap pemain bersejarah.

"Cristiano Ronaldo dominated England, Spain, Italy and Europe for almost 20 years." papar Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.

Komentar tersebut ditutup dengan penegasan bahwa Ronaldo adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola yang telah membuktikan kualitasnya di Inggris, Spanyol, dan Italia.

"Barcelona fans should be more concerned with getting through Champions League rounds before trying to troll one of the best players in history." ucap Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.

Sneijder menilai prestasi di kancah Eropa harus menjadi tolok ukur utama sebelum membandingkan pemain muda dengan figur yang telah mendominasi Eropa selama 20 tahun.

"Cristiano Ronaldo dominated England, Spain, Italy, and Europe for almost 20 years." imbuh Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.

Sebagai penutup, ia menekankan kembali bahwa melewati fase-fase krusial di Liga Champions jauh lebih penting bagi masa depan Barcelona.

"Barcelona fans should be more concerned with getting through the Champions League stages before trying to mock one of the best players in history." pungkas Wesley Sneijder, Mantan Pemain Real Madrid.