WWF serukan masyarakat agar bangga mengonsumsi pangan lokal

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Organisasi lingkungan World Wide Fund for Nature (WWF) mengajak berbagai pihak termasuk masyarakat, swasta hingga pemerintah untuk berkolaborasi mempromosikan pangan lokal sebagai bentuk kebanggaan akan kekayaan tanah Indonesia.

“Kita juga melihat bahwa perlu kolaborasi yang kuat dari pemerintah, tapi juga dari sektor swasta yang memang perusahaan-perusahaan bisnis, perusahaan-perusahaan industri yang memang bagaimana mempromosikan dan juga membentuk kecintaan masyarakat untuk membentuk konsumsi pangan lokal lainnya,” kata Business Engagement and Development Specialist WWF Samuel Pablo Pareira dalam diskusi di Jakarta, Rabu.

Pablo menegaskan bahwa persoalan pangan lokal yang kini menjadi pilihan kedua bagi masyarakat secara umum, berkaitan dengan pasokan dan permintaan hingga pemasaran.

Anggapan pangan lokal yang dianggap tidak keren atau kampungan membutuhkan promosi serta kampanye untuk mempromosikan nilai-nilai kebanggaan akan kekayaan pangan di tiap daerah di Indonesia.

Baca juga: Prabowo ajak ASEAN sederhanakan mekanisme APTERR, bangun pangan lokal

WWF, kata dia, memiliki kolaborasi dengan berbagai organisasi lokal serta komunitas di beberapa wilayah di Indonesia untuk menjaga pola makan tradisional yang telah diwariskan oleh leluhur.

Ia mengidentifikasi terdapat dua persoalan yang berkaitan dengan pemanfaatan pangan lokal, pertama adalah pola konsumsi masyarakat di daerah dan pola konsumsi masyarakat di wilayah urban.

Masyarakat di daerah diharapkan mampu bangga serta mempertahankan pola konsumsi yang telah ada, misalnya masyarakat wilayah NTT yang mengonsumsi sorgum sebagai sumber karbohidrat.

Sementara di kawasan perkotaan, kata dia, pengenalan pangan lokal dapat dilakukan dengan menggandeng industri retail untuk memperkenalkan pangan lokal sehingga tak melulu mengonsumsi makanan ultra proses.

Pada kesempatan yang sama, sosok pemengaruh makanan dan lingkungan, Manik Nur Hidayati mempromosikan beragam pangan lokal di Indonesia melalui konten edukatif. Hal ini menurutnya sebagai upaya menumbuhkan kebanggaan akan kekayaan pangan asli Indonesia.

Selain itu, kata dia, gizi pangan asli Indonesia juga memiliki kandungan yang beragam dan bisa memenuhi panduan porsi makan gizi seimbang yang disarankan Kementerian Kesehatan dalam “Isi Piringku”.

Baca juga: Pemkab Malteng perkuat pangan lokal lewat tradisi Kora Inasua

Baca juga: BRIN kembangkan adonan "sourdough" berbasis beras lokal Gunungkidul

Baca juga: BRIN ungkap potensi ikan gabus untuk jadi "superfood" lokal Indonesia

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.