Xi Jinping Perkuat Riset Sains Dasar Hadapi Persaingan Teknologi Global

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Presiden China Xi Jinping menginstruksikan penguatan fondasi sains dan teknologi nasional melalui peningkatan riset dasar yang berkelanjutan dalam simposium di Shanghai pada 30 April 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkokoh kapasitas inovasi orisinal China di tengah penajaman rivalitas teknologi dengan Amerika Serikat.

Pengalihan sumber daya besar-besaran kini difokuskan pada sektor strategis seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, hingga pengembangan semikonduktor canggih. Sebagaimana dilansir dari Tekno, Xi Jinping menilai bahwa riset dasar merupakan elemen krusial yang berfungsi sebagai sumber seluruh sistem ilmiah sekaligus solusi bagi persoalan teknologi nasional.

Pemimpin China tersebut mengidentifikasi adanya pergeseran peta persaingan global menuju area riset mutakhir yang berpotensi melahirkan teknologi masa depan. Bidang-bidang prioritas mencakup pengembangan AI generasi baru, jaringan seluler 6G, teknologi antarmuka otak-komputer, hingga bio-manufaktur dan energi hidrogen.

"Kita harus memanfaatkan peluang, menghadapi tantangan, menempatkan riset dasar sebagai prioritas utama, mengembangkannya secara berkelanjutan, dan terus berupaya meraih pencapaian," kata Xi Jinping, Presiden China.

Pemerintah China kini lebih agresif dalam mengintegrasikan peran lembaga riset nasional dengan universitas riset tingkat tinggi seperti Tsinghua University dan Peking University. Institusi-institusi ini diposisikan sebagai penghubung vital antara penelitian dasar dan kebutuhan industri strategis untuk mengamankan dominasi teknologi dunia.

"Di tengah persaingan internasional yang sengit, kita harus memenangkan inisiatif strategis," kata Xi Jinping, Presiden China.

Upaya ini juga mencakup penguatan desain tingkat atas guna memastikan rantai inovasi berjalan tanpa hambatan, mulai dari tahap penelitian hingga komersialisasi produk. Integrasi antara akademisi dan industri diperketat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebijakan pemblokiran teknologi dari pihak luar.