Presiden China Xi Jinping melayangkan kritik keras terhadap kebijakan remiliterisasi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam KTT di Beijing awal bulan ini.
Ketegangan tersebut terjadi akibat lonjakan anggaran militer Jepang, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz berdasarkan laporan Financial Times yang bersumber dari pihak-pihak terkait.
Sikap emosional pemimpin China yang berbicara dengan nada tinggi dalam pertemuan puncak tersebut sempat mengejutkan jajaran pejabat Amerika Serikat yang hadir.
Isu mengenai pertahanan Jepang ini memicu momen paling intens sepanjang KTT berlangsung, terlebih karena topik tersebut tidak dijadwalkan dalam agenda pembahasan bilateral kedua negara.
Merespons kritik tersebut, Donald Trump menjelaskan bahwa penguatan sektor keamanan yang diambil PM Takaichi merupakan langkah terpaksa demi menghadapi peningkatan ancaman dari Korea Utara.
Langkah Tokyo yang menghapus batas penjualan perangkat militer serta sinyal pelonggaran prinsip anti-senjata nuklir di bawah pemerintahan PM Takaichi terus memicu kecaman dari pihak China.
Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat memilih untuk merahasiakan detail pembicaraan lanjutan mengenai kawasan Indo-Pasifik yang sempat dilakukan PM Takaichi dan Trump via telepon pasca-KTT Beijing.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·