Xiaomi Corporation resmi meluncurkan laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) tahun 2025 yang mengintegrasikan teknologi inti dengan prinsip keberlanjutan. Perusahaan mempertegas komitmen membangun ekosistem cerdas Human x Car x Home yang tepercaya dan ramah lingkungan sepanjang tahun tersebut.
Penguatan fondasi teknologi dilakukan melalui investasi riset dan pengembangan (R&D) yang mencapai RMB33,1 miliar pada 2025 sebagaimana dilansir dari Medcom. Sebanyak 25.000 personel riset dikerahkan untuk memperkenalkan tiga model kecerdasan buatan mandiri, yakni MiMo-V2-Pro, MiMo-V2-Omni, dan MiMo-V2-TTS.
Model MiMo-V2-Pro mencatatkan volume permintaan global tertinggi di OpenRouter dengan tetap mengedepankan aspek etika. Pengembangan teknologi ini mengadopsi pedoman Uni Eropa guna memastikan terciptanya sistem AI yang inklusif serta adil melalui konsep Trustworthy AI.
Keamanan informasi menjadi pilar operasional utama yang dibuktikan dengan perolehan sertifikasi ISO 27001 pada seluruh fasilitas teknis. Data sensitif seperti biometrik dan kunci digital kendaraan dipastikan tetap terlindungi secara lokal di perangkat melalui sistem operasi MiTEE yang terisolasi.
Xiaomi juga menerapkan standar transparansi data dengan memproses permintaan subjek data dalam kurun waktu 15 hari secara global. Durasi pemrosesan ini tercatat lebih cepat dibandingkan standar yang ditetapkan oleh aturan GDPR.
Prinsip ekonomi sirkular diterapkan melalui penggunaan komponen mid-plate dari 100 persen aluminium daur ulang pada ponsel pintar seri Xiaomi 15T dan Redmi K90. Program trade-in perusahaan juga berhasil mendaur ulang lebih dari 2 juta unit ponsel bekas di 24 negara selama 2025.
Pada sektor otomotif, kendaraan listrik seri Xiaomi SU7 menggunakan 19 persen aluminium daur ulang, sedangkan seri YU7 menggunakan 14,2 persen. Pabrik kendaraan listrik tersebut juga telah mengantongi sertifikasi manajemen energi ISO 50001 untuk mendukung efisiensi operasional.
Implementasi teknologi Xiaomi HyperCasting di pabrik kendaraan listrik mampu menghemat penggunaan listrik hingga jutaan kWh setiap tahun. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam memenuhi target Perjanjian Paris melalui optimalisasi sistem pemulihan panas.
Transaksi listrik hijau Xiaomi mencatat lonjakan hingga sepuluh kali lipat dibandingkan periode tahun sebelumnya. Perusahaan menargetkan penggunaan panel surya mampu memasok 15 persen dari total kebutuhan energi tahunan pada 2026 mendatang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·