XPeng Akuisisi 90,1 Persen Saham Pabrik EV Erajaya

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Penandatanganan MoU antara Erajaya Active Lifestyle (Eral) dan produsen mobil listrik asal China, Xpeng di Indonesia. Foto: Erajaya

Perubahan peta kepemilikan di industri kendaraan listrik nasional kembali terjadi setelah XPeng resmi masuk sebagai pemegang saham mayoritas di entitas manufaktur PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) atau Erajaya Active Lifestyle yang dinaungi Erajaya Group dan PT Era Industri Otomotif (EIDO).

Langkah ini menandai babak baru kolaborasi strategis antara Erajaya Active Lifestyle dengan pabrikan asal China tersebut dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Berdasarkan dokumen resmi perseroan, transaksi ini tidak memberikan dampak material terhadap operasional bisnis perusahaan. Aktivitas distribusi, penjualan, hingga layanan purna jual XPeng di Indonesia disebut tetap berjalan normal seperti sebelumnya di bawah entitas yang masih berada dalam naungan grup.

"Seluruh kegiatan operasional XPeng di Indonesia saat ini masih dijalankan oleh PT Era Inovasi Otomotif (EIVO) dan PT Era Dealer Otomotif (EDOO). Kedua entitas tersebut tetap menjadi bagian dari portofolio bisnis perseroan sehingga tidak ada perubahan signifikan dari sisi layanan ke konsumen," isi dokumen resmi yang diterima kumparan, Selasa (19/5/2026).

Booth XPENG di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Foto: dok. XPeng Indonesia

Perubahan kepemilikan terjadi di level manufaktur melalui EIDO yang berfokus pada kegiatan produksi dan perakitan kendaraan listrik di dalam negeri. Dalam struktur baru ini, XPeng resmi menguasai 90,1 persen saham EIDO setelah mengakuisisi mayoritas kepemilikan dari perseroan.

Transaksi ini telah melalui proses legal dan dinyatakan sah sejak 13 Mei 2026. Pengesahan dilakukan berdasarkan akta notaris yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, sekaligus mencatat perubahan data dan anggaran dasar perusahaan.

Sebelum transaksi berlangsung, kepemilikan saham EIDO hampir seluruhnya dikuasai oleh perseroan dengan porsi 99,99 persen. Setelah aksi korporasi ini, kepemilikan tersebut menjadi 9,9 persen, sementara XPeng mengambil alih porsi mayoritas.

XPENG hadirkan sederet teknologi dan XPENG The Next P7 di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Peralihan saham dilakukan melalui dua tahapan, yakni pengalihan sebagian kecil saham dari pemegang individu kepada perseroan, lalu dilanjutkan dengan pengalihan mayoritas saham dari perseroan ke XPeng. Skema ini membuat XPeng secara resmi menjadi pengendali utama di lini manufaktur.

Perseroan memandang langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kolaborasi dengan XPeng. Fokusnya tidak hanya pada produksi kendaraan listrik, tetapi juga pengembangan teknologi dan solusi mobilitas cerdas yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Lebih lanjut, peningkatan kapabilitas manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di dalam negeri. Selain itu, ekspansi ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekosistem EV nasional yang saat ini masih dalam tahap awal.