Managing Director Yamaha Paolo Pavesio mendesak agar kompetisi MotoGP segera menerapkan sistem jendela transfer resmi untuk perpindahan pebalap. Manuver perpindahan pebalap yang terjadi terlalu dini dinilai merugikan investasi yang telah dikeluarkan oleh tim.
Langkah ini diambil setelah Yamaha dipastikan kehilangan Fabio Quartararo yang memilih hengkang ke Honda sejak musim 2025, meskipun kabar tersebut baru terungkap pada tes pramusim awal tahun ini. Seperti dilansir dari Detik Sport, Yamaha bergerak cepat merespons situasi tersebut dengan merekrut Jorge Martin dari Aprilia serta pebalap Jepang, Ai Ogura, untuk menggantikan posisi Alex Rins.
Dinamika bursa pebalap untuk musim 2027 bahkan sudah bergerak sebelum musim ini berjalan. Ducati telah mengamankan tanda tangan Pedro Acosta sebagai pendamping Marc Marquez, yang membuat Francesco Bagnaia tersingkir lalu sepakat bergabung dengan Aprilia, disusul oleh kontrak baru Marco Bezzecchi.
Hingga kini, kepindahan para pebalap untuk musim mendatang belum dikonfirmasi secara resmi, kecuali untuk Marco Bezzecchi. Pengumuman resmi diperkirakan baru akan berjalan setelah kesepakatan komersial baru dari olahraga ini tercapai.
Pavesio meyakini bahwa kondisi bursa transfer yang tidak terstruktur saat ini sangat tidak sehat bagi kelangsungan kompetisi dalam jangka panjang.
"Ada satu hal yang bisa saya katakan: situasi yang berkembang tahun ini, menurut saya, tidak sehat dan tidak tepat dalam jangka panjang. Bursa pebalap yang masih terlalu dini seperti ini tidak memungkinkan siapa pun untuk memaksimalkan investasi yang telah dilakukan," ucap Pavesio kepada Moto.it.
Menurut Pavesio, fokus pebalap akan terpecah saat balapan dimulai karena mereka sudah memikirkan masa depan di tim baru, padahal kontrak dua tahunan sudah menjadi standar di kejuaraan ini.
"Kemudian, setelah itu, ketika tiba saatnya balapan, para pembalap memikirkan apa yang mereka lakukan sekarang. Tapi karena mengetahui bahwa beberapa pembalap top sudah melakukan langkah-langkah sebelum kejuaraan dimulai, dengan kontrak yang hampir menjadi standar kontrak dua tahun, berarti Anda sebenarnya tidak dapat memanfaatkan 50% dari investasi yang dilakukan pada seorang pembalap secara maksimal."
Oleh karena itu, Pavesio mengharapkan adanya perubahan regulasi yang lebih struktural dari pihak penyelenggara seperti Liberty Media dan MotoGP Group agar proses transfer memiliki periode khusus yang jelas.
"Saya rasa kita membutuhkan - seperti yang kita bicarakan sebelumnya tentang Liberty, MotoGP Group - pendekatan struktural, seperti di olahraga lain, terkait jendela transfer, di mana segala sesuatunya diselesaikan pada periode tersebut," Pavesio mengungkapkan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·