Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia membangun Rumah Sagu di Kelurahan Wania, RT 02 , Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah guna memperkuat ketahanan pangan lokal dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat.
Lurah Kelurahan Wania Edy Ayomi di Timika, Kamis, mengatakan program pembangun rumah sagu yang dilakukan oleh YPMAK merupakan satu terobosan dimana melalui pengelolaan sagu diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan dan ekonomi masyarakat .
"Pembangunan rumah sagu harus memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang bekerja di rumah sagu. Rumah sagu ini mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan berbasis pangan lokal" kata Edy.
Pemerintah Kelurahan Wania menyambut positif program rumah sagu yang dibangun oleh YPMAK karena ikut membantu pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat lokal.
" Terima kasih YPMAK karena sudah memperhatikan masyarakat dalam pengembangan ekonomi mereka. Harapan kami dengan pembangunan yang dimulai dari hari ini terus berkembang. Mewakili pemerintah di Distrik Mimika timur khususnya di kelurahan Wania kami memberikan apresiasi atas program ini,"ujar.
Kepala Divisi Program Ekonomi YPMAK Oktovianus Jangkup mengatakan program pembangunan rumah sagu ini merupakan salah satu program YPMAK di divisi ekonomi.
"Hari kami bisa melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah sagu, di rumah sagu ini nantinya akan mengolah dan memproduksi sagu baik untuk kebutuhan pangan keseharian masyarakat dan juga menjadi produk bernilai ekonomi yang bisa dipasarkan sehingga bisa membantu peningkatan ekonomi keluarga," ujarnya.
Ia mengatakan sagu tidak hanya di olah menjadi pangan lokal (Papeda) tetapi juga bisa diproduksi menjadi tepung sagu yang nantinya diolah dalam berbagai bentuk makan untuk di pasarkan kepada masyarakat.
"Rumah sagu ini nanti akan dilengkapi dengan mesin untuk mengelola dan memproduksi sagu. Sagu hasil olahan ini bukan hanya untuk Papeda tetapi bisa diolah jadi kerupuk, kue ataupun oleh-oleh dapat di jual untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Rumah sagu mulai dibangun ini diharapkan dapat dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan juga anggota kelompok yang ikut terlibat dalam pengolahan.
"Jika berkembang dengan baik maka YPMAK akan kembali membangun rumah sagu di beberapa titik yang ada di wilayah pesisir Mimika untuk mengelola sagu. Hari ini kami melakukan peletakan batu pertama dan pembangunan mulia dikerjakan, semua material sudah siap kami berharap dalam satu bulan pembangunan gedung rampung dikerjakan ," ujarnya.
Pembangun rumah ini juga tentu akan menyerap tenaga kerja sehingga dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di kampung.
Ketua Kelompok Paweyari Kasianus Maopiyauta mengatakan kerinduan masyarakat agar memiliki rumah sagu dan di dukungan dengan mesin pengolahan sagu akhirnya terwujud setelah YPMAK melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah sagu.
"Sejak lama kami sudah berusaha untuk membangun rumah sagu untuk memproduksi sagu, dan hari ini kerinduan kami itu terjawab di mana YPMAK akhirnya membangun rumah sagu untuk kami. Terima kasih kepada YPMAK karena telah menjawab mimpi kami,"ujarnya.
Ia mengatakan Kelompok Paweyari beranggotakan 12 orang dan berkomitmen memanfaatkan dan mengembangkan rumah sagu secara optimal sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat baik untuk ketersediaan pangan dan juga dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga melalui usaha di rumah sagu.
"Sagu yang kami produksi di sini kami ambil dari dusun sagu kami di hutan. .dengan rumah sagu ini kami berharap pemerintah bisa membantu kami buat badan jalan untuk ambil sagu," ujarnya
Peresmian rumah sagu di wilayah itu di awali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh pemuka agama Katolik di wilayah itu . Acara dihadiri oleh Pengurus YPMAK dan mitra kerja, pemerintah kelurahan serta masyarakat Kelurahan Wania RT 02 Mapurujaya.
Baca juga: Kemenkum dorong sertifikasi sagu melalui Festival Sagu Papua
Baca juga: Festival Sagu Nusantara 2025 perkuat Meranti sebagai sentra sagu
Pewarta: Marselinus Nara
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·