1.773 ASN Mulai Latihan Dasar Militer untuk Jadi Komcad

Sedang Trending 2 jam yang lalu

SEBANYAK 1.773 aparatur sipil negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga mulai menjalani pelatihan dasar militer (latsarmil) untuk menjadi komponen cadangan (Komcad). Pembukaan latihan dasar kemiliteran ini digelar di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu, 22 April 2026.

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal Gabriel Lema mengatakan, 1.773 ASN yang mengikuti latihan tersebut merupakan pegawai yang dinyatakan lolos tes kesehatan jasmani, psikologi, dan mental ideologi. Mereka akan mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran sebelum nantinya sah ditetapkan sebagai komponen cadangan pada 5 Juni 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pembentukan komponen cadangan dari unsur ASN Kementerian dan lembaga ini merupakan wujud nyata sinergi dalam memperkuat pertahanan negara,” kata Gabriel setelah membuka kegiatan Latsarmil. 

Gabriel menyebutkan, semula terdapat 2.019 ASN yang mengikuti seleksi untuk mengikuti pelatihan militer. Namun setelah melewati serangkaian seleksi yang terdiri atas seleksi psikologi dan ideologi, Kementerian Pertahanan menetapkan yang layak untuk jadi komcad hanya 1.773 orang. 

Selanjutnya, ribuan ASN ini akan menjalani pelatihan militer di enam lembaga pendidikan berbeda selama 45 hari. Di antaranya, sebanyak 257 ASN akan ditempatkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara di Bogor, Jawa Barat. Kemudian di Rindam Jaya Jakarta Timur sebanyak 222 orang, di Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat 453 orang, di Brigif 1 Pasmar 1.280 orang, di Pusat Bahasa Kodiklatau sebanyak 270 orang, dan sebanyak 291 orang akan dilatih di Wingdik 500 Ayang Sanjaya. 

Gabriel mengatakan selama pelatihan komcad, para ASN ini akan digembleng dengan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan jiwa korsa, kepedulian, dan kedisiplinan. Ia mengklaim pembentukan komcad bertujuan untuk memastikan pertahanan negara dapat terpelihara dan terjaga dengan baik.

Menurut Gabriel, perkembangan situasi strategis di tingkat global, regional, dan nasional terus berubah dan menghadirkan ancaman yang semakin kompleks serta sulit diperkirakan atau diprediksi. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas memiliki posisi yang sangat strategis dari segi geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi.

"Kondisi ini menuntut penyelenggaraan pertahanan negara yang direncanakan secara matang dan terintegrasi melalui strategi pertahanan defensive aktif melalui pertahanan berlapis," katanya, 

Dalam agenda pembukaan Latsarmil itu, para ASN kompak hadir mengenakan seragam loreng dan dilengkapi perlengkapan khas militer. Mereka berbaris di tengah lapangan untuk mendapatkan amanat dari pimpinan Kemhan. Di akhir, para ASN itu menyanyikan yel-yel dengan suara lantang disertai gerakan hentakan kaki dan badan khas tentara.