1 Dekade di Tanah Air, Halodoc Hadirkan Inovasi Tanpa Henti

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Kesehatan merupakan hak setiap warga negara. Namun sayangnya, akses kesehatan di Indonesia masih terbatas. Dua permasalahan utama yang dialami yaitu keterbatasan rasio dokter dan sulitnya akses mendapatkan obat.

Melihat kondisi ini, Halodoc hadir sejak April 2016 untuk mengatasi dua permasalahan tersebut.

"Jadi misi yang di awal kita buat itu memang benar-benar meng-address dua problem itu. Makanya solusinya pertama kali kita launching untuk pembelian obat dan telekonsultasi dengan dokter," ujar Chief Operating Officer Halodoc Alfonsius Timboel, dalam Media Gathering: A Decade of Simplifying Indonesia's Healthcare Ecosystem and Shaping What Comes Next, di Jakarta, Senin (25/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alfons menjelaskan sejak awal berdiri, Halodoc memang fokus memperluas akses layanan kesehatan digital di Indonesia. Saat itu, rasio dokter di Indonesia masih sangat terbatas dan akses untuk mendapatkan layanan kesehatan maupun obat-obatan juga belum mudah.

"Dan waktu itu, kita didirikan karena memang untuk meng-address problem. Karena jumlah dokter di Indonesia itu sangat limited. Akses untuk cari dokter itu juga nggak gampang pada saat itu di Indonesia," sambungnya.

Ia mengenang pada masa awal peluncuran, layanan Halodoc masih sangat sederhana, termasuk sistem konsultasi yang menggunakan tarif per menit. Seiring waktu, Halodoc terus berkembang menjadi ekosistem layanan kesehatan digital, dengan mendengarkan masukan dari pasien, dokter, maupun pengguna layanan.

"Jadi dulu itu memang kita terus berkembang, terus mendengarkan apa feedback dari pasien, apa feedback dari customer, apa feedback dari dokter, sampai kita terus berinovasi," katanya.

Dalam acara peringatan ulang tahun ke-10, Halodoc mempertegas upayanya untuk terus memperkuat ekosistem kesehatan digital dari hulu ke hilir, menghubungkan tiga pilar utama kesehatan: pasien, tenaga kesehatan, dan mitra ekosistem, melalui rangkaian inovasi teknologi terbaru.

Sejak didirikan pada 2016, Halodoc telah berevolusi dari platform telekonsultasi menjadi ekosistem kesehatan digital terintegrasi yang menghubungkan jutaan masyarakat Indonesia dengan tenaga kesehatan berlisensi, apotek, laboratorium, fasilitas kesehatan dan mitra industri kesehatan lainnya.

Memasuki dekade berikutnya, Halodoc memperkenalkan inovasi besar dalam ekosistem kesehatan yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang juga terus berkembang: HILDA sebagai asisten digital yang kini berkembang menjadi Halodoc on WhatsApp, dan layanan Family Care.

"Hari ini, kami bersyukur dapat melayani jutaan masyarakat Indonesia, mulai dari konsultasi dokter, pembelian obat, layanan laboratorium, hingga pemantauan kesehatan keluarga. Milestone terbesar kami bukanlah peluncuran produk, melainkan momen-momen ketika teknologi benar-benar membantu kehidupan masyarakat, termasuk saat pandemi COVID-19,"

"Memasuki dekade berikutnya, kami fokus membangun layanan kesehatan yang tidak hanya digital, tetapi semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah seiring berjalannya waktu," ungkap Alfons.

Mendekatkan Layanan Kesehatan ke Pasien dan Keluarga

HalodocFoto: dok. Halodoc

Dalam kurun waktu singkat setelah diluncurkan pada 2025, HILDA mencatatkan hingga saat ini lebih dari 2 juta sesi interaksi pengguna, antara lain mencari bantuan untuk menavigasi layanan Halodoc seperti dokter spesialis yang sesuai, bertanya mengenai informasi kesehatan sehari-hari, serta informasi obat dan vitamin.

Pola tersebut menunjukkan masyarakat siap untuk pengalaman kesehatan digital yang lebih proaktif. Menjawab kebutuhan ini, Halodoc menghadirkan HILDA di WhatsApp, platform yang telah menjadi bagian dari keseharian 91% pengguna internet Indonesia, atau setara dengan estimasi 185-190 juta pengguna, untuk memastikan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui Halodoc on WhatsApp, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan, melakukan pembelian obat, hingga mendapatkan rekomendasi layanan medis dengan empat keunggulan utama: tanpa perlu mengunduh aplikasi, tanpa perlu login, jaminan 100% produk asli, dan pengiriman obat dalam waktu satu jam.

Halodoc on WhatsApp juga sudah memfasilitasi pembelian obat, dan akan terus diperluas agar pengguna dapat mengakses lebih banyak layanan kesehatan secara langsung melalui kanal komunikasi yang sudah menjadi kebiasaan komunikasi masyarakat sehari-hari.

Di samping itu, Halodoc juga meluncurkan Family Care yaitu fitur terintegrasi yang dirancang khusus untuk para caregiver keluarga. Data internal Halodoc menunjukkan 65% penggunanya adalah caregiver yang didominasi oleh para ibu, dan temuan di Indonesia Health Insights Report 2025 mengungkap bahwa 74% ibu di Indonesia mengelola kesehatan tiga anggota keluarga atau lebih, sementara hanya 17% dari waktu mereka dialokasikan untuk kesehatan diri sendiri.

Fitur Family Care memungkinkan pengguna menambahkan profil terpisah untuk setiap anggota keluarga, dengan rekam medis, riwayat kesehatan, jadwal, dan perawatan preventif masing-masing yang terdokumentasi dalam satu tampilan terintegrasi, sehingga dapat memudahkan ibu dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

"Misi Halodoc untuk menyederhanakan layanan kesehatan berarti menyederhanakan untuk semua orang dari berbagai lapisan masyarakat. Termasuk mereka yang selalu di depan layar maupun yang lebih nyaman dengan WhatsApp sehari-hari, dari generasi lansia, pekerja harian, hingga para caregiver yang didominasi oleh ibu, yang menjaga kesehatan keluarga," kata Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria.

"Halodoc on Whatsapp dan Family Care dirancang untuk hadir di titik di mana masyarakat sudah berada, sehingga kebutuhan kesehatan keluarga bisa dikelola di sela-sela aktivitas sehari-hari, tanpa memberikan beban tambahan bagi mereka," sambungnya.

Memperkuat Ekosistem Nakes dan Kualitas Layanan

Dari sisi penyedia layanan, Halodoc berupaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, bidan, dan lainnya. Dikatakan Chief Medical Officer Halodoc dr Irwan Heriyanto, MARS, seluruh inovasi Halodoc yang dikembangkan di bawah pengawasan klinis Board of Medical Excellence (BoME).

BoME berperan untuk memastikan standar kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga di setiap aspek ekosistem, termasuk dalam pengembangan layanan berbasis AI seperti HILDA dan Halodoc on WhatsApp.

"Halodoc tumbuh bersama tenaga kesehatan sejak hari pertama. Kualitas layanan dan kepatuhan regulasi menjadi standar yang kami bangun sejak awal, dan BoME memastikan setiap inovasi tetap berpijak pada prinsip clinical safety," jelas dr Irwan.

"Tidak ada bagian dari inovasi kami yang dirancang untuk menggantikan peran tenaga kesehatan-sebaliknya, teknologi dan inovasi ini hadir untuk memperkuat layanan yang mereka berikan, dan harapannya dapat mempermudah perjalanan medis, baik bagi pasien maupun tenaga kesehatan," sambungnya.

Halodoc juga memperkuat ekosistem kesehatan melalui Halodoc Academy, yang merupakan wadah pembelajaran terakreditasi Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) dan menyediakan program peningkatan kompetensi sekaligus perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP), yang terbuka untuk dokter, apoteker, bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

Hingga saat ini, Halodoc Academy telah diikuti oleh lebih dari 123.000 peserta dan menggelar 180 pelatihan bagi tenaga kesehatan. Saat ini, kami memperbarui Halodoc Academy dan platform Halodoc Doctors menjadi terintegrasi, melalui fitur Learn sebagai wadah edukasi.

Dengan begitu, akses pembelajaran memungkinkan tenaga kesehatan mengikuti berbagai program edukasi serta peningkatan kompetensi secara lebih mudah dan terstruktur.

Dengan rangkaian inovasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir, Halodoc menegaskan komitmennya untuk memastikan akses layanan kesehatan di Indonesia tidak berhenti di klik pertama, melainkan berujung pada tindakan kesehatan yang tepat, di waktu yang tepat, untuk semua masyarakat Indonesia. Halodoc akan terus berinovasi, berkolaborasi dengan tenaga kesehatan, dan penguatan ekosistem untuk Indonesia yang lebih sehat.


(prf/ega)