10 Makanan Terburuk di Asia Tenggara Versi TasteAtlas, Ada Indonesia!
Galeri Foto
Diah Afrilian -
detikFood
Selasa, 26 Mei 2026 08:00 WIB
Jakarta - Situs kuliner TasteAtlas baru saja merilis daftar makanan dengan rating terburuk di Asia Tenggara. Salah satunya bahkan datang dari Indonesia!
Hon Mhai atau ulat sutra goreng asal Thailand jadi camilan ekstrem yang populer di Bangkok. Rasanya gurih renyah, tetapi tampilannya bikin banyak orang langsung mual. Foto: Taste Atlas
Masuk ke daftar makanan terburuk di Asia Tenggara, Ambuyat merupakan makanan nasional Brunei ini punya tekstur super lengket mirip lem. Cara makannya unik karena langsung ditelan tanpa dikunyah. Foto: Taste Atlas
Di Thailand bagian Selatan ada hidangan Kaeng Tai Pla, yang merupakan kari fermentasi berbahan isi perut ikan. Tak hanya pedas mengigit tetapi rasanya yang kuat tak bisa dinikmati banyak orang. Foto: Taste Atlas
Di Kamboja ada hidangan bernama A-ping atau laba-laba goreng yang terlihat menyeramkan tetapi jadi kuliner legendaris. Banyak turis nekat mencobanya demi pengalaman ekstrem. Foto: Taste Atlas
Hidangan khas Minahasa, Indonesia ini bernama Paniki yang menggunakan kelelawar pemakan buah sebagai bahan utama. Kuah santannya kaya rempah dengan rasa yang sangat khas. Foto: Taste Atlas
Tiet Canh merupakan puding darah mentah yang dibuat dari darah hewan segar yang dibekukan alami. Meski kontroversial, hidangan ini masih populer di beberapa daerah Vietnam. Foto: Taste Atlas
Kudapan manis berbahan kuning telur asal Thailand dikenal dengan bentuknya seperti bunga emas. Biasanya Thong Yip disajikan saat pesta sebagai simbol keberuntungan. Foto: Taste Atlas
Sup bening khas Thailand bernama Tom Chuet ini punya rasa ringan dan sederhana. Lebih cocok dipilih sebagai penyeimbang setelah makan hidangan pedas. Foto: Taste Atlas
Khai Luk Khoei di Thailan yang berarti 'Telur Menantu' terbuat dari telur ayam rebus yang kemudian digoreng dan dilapis saus asam manis. Tetapi dipercaya juga makanan ini untuk menakuti menantu pria dengan ancaman memasak 'telurnya' jika tidak merawat istrinya dengan baik. Foto: Taste Atlas
Sempat populer, Balut asal Filipina merupakan telur bebek embrio yang jadi street food paling kontroversial di Asia Tenggara. Bagi sebagian orang ekstrem, tapi bagi warga lokal justru favorit. Foto: Taste Atlas