Pelatih Timnas Wanita Taiwan, Prasobchoke Chokemor, berada di ambang pemecatan setelah 18 pemainnya menandatangani petisi yang menuntut pencopotan pelatih kepala asal Thailand tersebut dari jabatannya.
Media Vietnam, vietnam.vn, melaporkan pada Minggu (19/4) kemarin bahwa ke-18 pemain tersebut menandatangani petisi dengan alasan staf pelatih saat ini memiliki banyak kekurangan. Mereka tidak puas dengan metode latihan yang diterapkan Chokemor, terutama sesi latihan yang dinilai terlalu berat dan berisiko menyebabkan cedera.
Dalam petisi tersebut, 18 pemain juga mengajukan tiga tuntutan utama: mengganti pelatih kepala, merombak staf pelatih, serta memastikan transparansi dalam operasional tim.
Tekanan dari para pemain memaksa Federasi Sepak Bola Taiwan (CTFA) untuk turun tangan. Dalam pertemuan awal dengan perwakilan pemain, kedua pihak menyepakati program reformasi sembilan poin, yang mencakup penggantian pelatih kepala sesegera mungkin serta restrukturisasi staf profesional.
Namun, proses pengambilan keputusan berjalan lambat. Dalam rapat daring CTFA, awalnya ada enam orang pengurus yang hadir, dan itu cukup memenuhi syarat pengambilan keputusan. Akan tetapi, saat masuk ke agenda utama, yakni voting untuk mengganti pelatih, hanya empat anggota yang tersisa.
Karena jumlah tersebut tidak memenuhi ketentuan organisasi, rapat pun berakhir buntu. Alhasil, rencana perombakan staf pelatih Timnas Wanita Taiwan kembali tertunda.
CTFA dijadwalkan akan kembali menggelar pertemuan dengan Prasobchoke Chokemor pada pekan depan untuk membahas situasi ini, sebelum melanjutkan ke tahap pemungutan suara berikutnya.
Chokemor sendiri dipercaya menjadi pelatih kepala skuad “Mulan” sejak September 2025, menggantikan Chan Hiu Ming. Di bawah kepemimpinan Chokemor, Timnas Wanita Taiwan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia Wanita 2027 setelah kalah 0-4 dari Korea Utara di AFC Women’s Asian Cup Play In, 19 Maret lalu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·