Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 20 pejabat Pemkab Tulungagung diperiksa KPK di Surabaya selama tiga hari pekan ini, terkait penyidikan perkara dugaan korupsi pemerasan di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut.
Pelaksana Teknis (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Kamis, mengatakan pemeriksaan tersebut berlangsung di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur secara maraton.
“Pemeriksaan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu sampai Jumat pekan ini di BPKP Surabaya. Kami belum mengetahui detail materi pemeriksaannya,” katanya.
Ia menambahkan, informasi yang diterima pemerintah daerah masih bersifat umum, yakni adanya sejumlah pejabat yang tidak masuk kantor karena memenuhi panggilan penyidik KPK.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Tulungagung, Chandra Gupta Mauria, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Berdasarkan surat dari KPK, total sekitar 20 pejabat dijadwalkan menjalani pemeriksaan.
Menurut dia, pemeriksaan dibagi dalam beberapa sesi. Pada Rabu dan Kamis masing-masing sembilan pejabat telah diperiksa, sedangkan sisanya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada hari berikutnya.
“Pemeriksaan dilakukan bertahap, tidak bersamaan, hingga totalnya sekitar 20 pejabat,” ujarnya.
Sebelumnya, KPK telah memeriksa sembilan pejabat Pemkab Tulungagung untuk mendalami dugaan pemerasan terkait pembuatan surat pernyataan pengunduran diri terhadap 16 kepala organisasi perangkat daerah.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan untuk memperkuat konstruksi perkara yang tengah ditangani KPK.
Baca juga: KPK kembangkan kasus korupsi Bupati Tulungagung ke dugaan gratifikasi
Baca juga: KPK sita Rp95 juta dan dokumen saat geledah terkait kasus Tulungagung
Baca juga: KPK geledah pendopo dan sejumlah ruang dinas Pemkab Tulungagung
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·