23 Kasus Hantavirus Terdeteksi: Begini Cara Membedakan Gejalanya dengan Flu Biasa

Sedang Trending 52 menit yang lalu

PROKALTENG.CO-Kasus Hantavirus kembali mencuat di Indonesia. Tercatat sebanyak 23 kasus infeksi pada manusia teridentifikasi sejak tahun 2024.

Penyakit zoonosis ini menjadi ancaman serius, terutama bagi penduduk yang tinggal di permukiman padat dengan sanitasi kurang terjaga.

Mengingat bahayanya yang bisa menyebabkan gagal napas dan ginjal, masyarakat diminta tidak meremehkan karakteristik penularan virus yang dibawa oleh hewan pengerat atau tikus ini.

Apa Itu Hantavirus dan Bagaimana Cara Penularannya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS, dr. Zulistian Nurul Hidayati, Sp.PD, menjelaskan bahwa penularan Hantavirus tergolong unik namun berisiko tinggi.

Menurut dr. Zulistian, manusia dapat terinfeksi melalui dua jalur utama:

  1. Melalui Udara (Aerosol): Menghirup partikel halus dari kotoran, urin, atau air liur tikus yang terbang di udara.
  2. Kontak Langsung: Menyentuh hewan pengerat pembawa virus atau terkena cairan tubuh mereka pada kulit yang terluka.

“Manusia dapat terinfeksi melalui udara dengan menghirup partikel pada kotoran tikus dan juga kontak langsung,” ujar dr. Zulistian dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Electronic money exchangers listing

Gejala Hantavirus: Mirip Flu Biasa Namun Mematikan

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani penyakit ini adalah gejalanya yang sulit diidentifikasi pada fase awal.

Gejala klinisnya sangat mirip dengan flu atau penyakit ringan lainnya, meliputi:

– Demam tinggi dan sakit kepala.

– Nyeri otot dan persendian.

– Batuk-batuk.

Namun, dr. Zulistian memperingatkan masyarakat untuk waspada jika kondisi kesehatan menurun drastis secara tiba-tiba, terutama jika muncul sesak napas parah.

Diagnosis pasti hanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium, bukan sekadar pengamatan fisik.

Dua Dampak Serius Hantavirus: HPS dan HFRS

Secara medis, paparan Hantavirus dapat menyebabkan dua komplikasi fatal:

  1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Gangguan pernapasan akut yang sangat berat. Kasus ini sempat viral terjadi pada penumpang kapal pesiar.
  2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Demam berdarah yang disertai gagal ginjal akut.

Hingga saat ini, teridentifikasi lebih dari 40 varian Hantavirus, dengan 20 di antaranya bersifat patogenik atau berbahaya bagi manusia.

Tips Mencegah Penularan Hantavirus di Rumah

Berbeda dengan Covid-19 yang menular antarmanusia secara masif, pencegahan Hantavirus lebih difokuskan pada kebersihan lingkungan atau sanitasi. Berikut langkah pencegahannya:

– Jaga Kebersihan Rumah: Pastikan tidak ada celah bagi tikus untuk masuk ke dalam hunian.

– Gunakan APD Saat Bersih-bersih: Selalu gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang dicurigai menjadi sarang tikus.

– Sterilisasi Lingkungan: Lakukan disinfeksi secara berkala pada area pembuangan sampah.

Kasus Internasional: Klaster Kapal Pesiar MV Hondius

Kewaspadaan global meningkat setelah laporan infeksi pada kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina.

Hingga 4 Mei 2026, tujuh penumpang dilaporkan terpapar dengan kondisi bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga kematian akibat gangguan pernapasan akut.

Penemuan kasus ini mempertegas bahwa Hantavirus adalah ancaman nyata di wilayah dengan mobilitas tinggi maupun permukiman padat. (rmt/jpg)

PROKALTENG.CO-Kasus Hantavirus kembali mencuat di Indonesia. Tercatat sebanyak 23 kasus infeksi pada manusia teridentifikasi sejak tahun 2024.

Penyakit zoonosis ini menjadi ancaman serius, terutama bagi penduduk yang tinggal di permukiman padat dengan sanitasi kurang terjaga.

Mengingat bahayanya yang bisa menyebabkan gagal napas dan ginjal, masyarakat diminta tidak meremehkan karakteristik penularan virus yang dibawa oleh hewan pengerat atau tikus ini.

Electronic money exchangers listing

Apa Itu Hantavirus dan Bagaimana Cara Penularannya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS, dr. Zulistian Nurul Hidayati, Sp.PD, menjelaskan bahwa penularan Hantavirus tergolong unik namun berisiko tinggi.

Menurut dr. Zulistian, manusia dapat terinfeksi melalui dua jalur utama:

  1. Melalui Udara (Aerosol): Menghirup partikel halus dari kotoran, urin, atau air liur tikus yang terbang di udara.
  2. Kontak Langsung: Menyentuh hewan pengerat pembawa virus atau terkena cairan tubuh mereka pada kulit yang terluka.

“Manusia dapat terinfeksi melalui udara dengan menghirup partikel pada kotoran tikus dan juga kontak langsung,” ujar dr. Zulistian dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Gejala Hantavirus: Mirip Flu Biasa Namun Mematikan

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani penyakit ini adalah gejalanya yang sulit diidentifikasi pada fase awal.

Gejala klinisnya sangat mirip dengan flu atau penyakit ringan lainnya, meliputi:

– Demam tinggi dan sakit kepala.

– Nyeri otot dan persendian.

– Batuk-batuk.

Namun, dr. Zulistian memperingatkan masyarakat untuk waspada jika kondisi kesehatan menurun drastis secara tiba-tiba, terutama jika muncul sesak napas parah.

Diagnosis pasti hanya bisa ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium, bukan sekadar pengamatan fisik.

Dua Dampak Serius Hantavirus: HPS dan HFRS

Secara medis, paparan Hantavirus dapat menyebabkan dua komplikasi fatal:

  1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Gangguan pernapasan akut yang sangat berat. Kasus ini sempat viral terjadi pada penumpang kapal pesiar.
  2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Demam berdarah yang disertai gagal ginjal akut.

Hingga saat ini, teridentifikasi lebih dari 40 varian Hantavirus, dengan 20 di antaranya bersifat patogenik atau berbahaya bagi manusia.

Tips Mencegah Penularan Hantavirus di Rumah

Berbeda dengan Covid-19 yang menular antarmanusia secara masif, pencegahan Hantavirus lebih difokuskan pada kebersihan lingkungan atau sanitasi. Berikut langkah pencegahannya:

– Jaga Kebersihan Rumah: Pastikan tidak ada celah bagi tikus untuk masuk ke dalam hunian.

– Gunakan APD Saat Bersih-bersih: Selalu gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang dicurigai menjadi sarang tikus.

– Sterilisasi Lingkungan: Lakukan disinfeksi secara berkala pada area pembuangan sampah.

Kasus Internasional: Klaster Kapal Pesiar MV Hondius

Kewaspadaan global meningkat setelah laporan infeksi pada kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina.

Hingga 4 Mei 2026, tujuh penumpang dilaporkan terpapar dengan kondisi bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga kematian akibat gangguan pernapasan akut.

Penemuan kasus ini mempertegas bahwa Hantavirus adalah ancaman nyata di wilayah dengan mobilitas tinggi maupun permukiman padat. (rmt/jpg)