30 Ribu Jemaah Haji Iran Mulai Tiba di Arab Saudi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Arab Saudi mulai menyambut kedatangan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia untuk musim haji 2026. Salah satu rombongan awal yang mendarat di Tanah Suci berasal dari Iran, seperti dikutip dari Cahaya.

Kedatangan ini merupakan tanda dimulainya partisipasi jemaah asal Iran setelah seluruh perizinan resmi rampung diselesaikan. Total sekitar 30 ribu jemaah Iran dijadwalkan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Kelompok terbang pertama yang berjumlah 260 orang mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz pada Minggu, 26 April 2026. Otoritas setempat menyambut mereka dengan layanan terorganisasi untuk memastikan kenyamanan proses kedatangan.

Pemerintah Iran menerapkan metode perjalanan gabungan untuk mengangkut puluhan ribu jemaah tersebut. Selain melalui penerbangan udara, sebagian jemaah akan melintasi jalur darat melalui perbatasan Arar.

Otoritas Iran menegaskan bahwa seluruh operasional keberangkatan sejauh ini berjalan lancar. Mereka juga menepis kabar adanya gangguan teknis dalam proses mobilisasi jemaah ke Arab Saudi.

Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Ali Reza Enayati, mengonfirmasi bahwa kelompok jemaah berikutnya akan segera menyusul. Ia memastikan para jemaah mendapatkan fasilitas pelayanan yang setara dengan negara-negara lain.

Persiapan Akomodasi di Makkah dan Madinah

Tim administrasi dari Iran telah tiba lebih awal di lapangan untuk mengawasi seluruh kesiapan teknis. Organisasi Haji dan Ziarah Iran menyebut telah melakukan reorganisasi struktur kelompok guna memudahkan pemantauan elektronik.

Untuk mendukung masa tinggal jemaah, otoritas Iran telah menyediakan 16 hotel di wilayah Madinah. Sementara itu, di kota Makkah, sebanyak 24 hotel telah disiapkan untuk menampung rombongan jemaah.

Standar akomodasi bagi jemaah tahun ini dilaporkan mengalami peningkatan kualitas. Selain itu, masa tinggal jemaah di Madinah kini ditetapkan selama enam malam dan tujuh hari sebelum melanjutkan prosesi ibadah ke Makkah.

Pihak Arab Saudi sendiri menyatakan telah mengerahkan teknologi canggih di setiap pintu masuk negara. Petugas yang mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa disiagakan untuk melayani tamu Allah dari berbagai negara.