Seorang penumpang bernama Sausan menjalani operasi intensif di RSUD Bekasi akibat luka serius setelah kereta api Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan korban terpental dari tempat duduk hingga ke rak bagasi di dalam gerbong kereta.
Kondisi memprihatinkan salah satu korban ini diungkapkan oleh kerabatnya, Yuli, saat ditemui di rumah sakit sebagaimana dilansir dari Detikcom. Sausan dilaporkan sedang dalam perjalanan pulang menuju Tambun setelah bekerja di kawasan Mega Kuningan saat kecelakaan terjadi.
"Posisi duduk di sebelah kiri ya, posisi sebelah kiri. Dia juga nggak tahu lagi main HP, jadi langsung bunyi 'brak' gitu. Dia ada posisi ingat-ingat udah di atas yang biasa kita naruh-naruh barang," kata Yuli setelah menjenguk Sausan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Yuli menjelaskan bahwa saat benturan terjadi, Sausan tidak sendirian terlempar ke bagian atas kabin kereta. Banyak penumpang lain yang juga saling bertindihan akibat guncangan hebat dari tabrakan tersebut.
"Nah dia udah di situ, di bawah dia ada, di atas dia juga ada. Jadi udah ketumpuk-tumpuk," jelas Yuli.
Dampak fisik yang dialami korban tergolong parah, mulai dari patah tulang hingga luka robek yang memerlukan tindakan bedah segera. Sausan bahkan sempat mengalami mati rasa pada bagian anggota geraknya sesaat setelah kejadian berlangsung.
"Dia hanya ingat tangannya satu berasa, tapi yang satu udah enggak karena di sini patah. Terus di sini sobek, celananya juga udah robek," imbuh Yuli.
Tindakan medis berupa operasi dilakukan pada hari yang sama untuk menangani patah tulang yang diderita Sausan. Pihak keluarga mendampingi proses pemulihan yang memakan waktu hingga beberapa jam tersebut.
"Kondisinya alhamdulillah tadi siang dari jam 2 siang sampai Maghrib tadi baru selesai operasi," ucapnya.
Pihak keluarga awalnya meragukan informasi mengenai kecelakaan ini karena maraknya penipuan bermodus serupa. Ibu korban sempat mengabaikan panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal sebelum akhirnya menerima pesan singkat.
"Tahunya pas kejadian itu ditelfonin terus karena ibunya merasa nomor asing nggak kenal, dia jadi 'ah nggak ah takut'. Terus ada WA, 'Ibu anaknya kecelakaan'. Biasa kan suka ada WA-WA yang gitu ya, hoax gitu yang minta uang, 'Bu anak kecelakaan' gitu," ungkap Yuli.
Kecemasan keluarga baru memuncak setelah mereka menerima bukti foto yang menunjukkan Sausan tergeletak di peron stasiun. Foto tersebut memastikan bahwa kabar kecelakaan tersebut merupakan kejadian nyata yang menimpa putri mereka.
"Mau marah-marah tadinya dia, 'Oh nggak Pak, ini korbannya kecelakaan kereta'. Dikirimin fotonya terus, 'Ya Allah', dikira mati, udah meninggal gitu dikira udah meninggal. Karena posisi udah tiduran, udah digeletak di peron di bawah ya," ucap Yuli.
Saat ini, Sausan masih berada di bawah pengawasan tim medis RSUD Bekasi untuk menjalani masa pemulihan pascaoperasi. Keluarga berharap kondisi kesehatan korban dapat segera stabil setelah melewati masa kritis akibat trauma fisik yang dialami.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·