32 Ribu Siswa Baru Akan Masuk Sekolah Rakyat pada Pertengahan 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

TIGA puluh dua ribu siswa baru akan masuk ke Sekolah Rakyat pada pertengahan tahun ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan mereka akan memulai bersekolah pada Juli ini untuk tahun ajaran 2026/2027.

Saifullah melaporkan persiapan untuk menyambut para siswa kepada Presiden Prabowo Subianto. "Kami akan mohon arahan dari Bapak Presiden. Kami juga melaporkan persiapan secara khusus," kata Saifullah saat akan menemui Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Saifullah menyampaikan jumlah siswa Sekolah Rakyat yang diterima tahun ini bertambah dua kali lipat dari tahun lalu. Pada 2025, program pendidikan berasrama gratis untuk anak-anak keluarga miskin ekstrem dari pemerintahan Presiden Prabowo ini menerima sekitar 15 ribu siswa.

Jumlah itu akan ditambah 32 ribu siswa baru pada 2026. "Artinya kalau digabung, tahun ini sudah ada sekitar 46 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat," ucap Saifullah.

Selain melaporkan program Sekolah Rakyat kepada Prabowo, Saifullah juga membahas kebijakan bantuan sosial atau bansos dengan sang Presiden. Sejak awal tahun ini, Kementerian menyetop pemberian bantuan sosial atau bansos ke belasan ribu penerima.

Saifullah mengatakan alasannya karena para penerima manfaat bermain judi online atau judol. Menurut Saifullah, lebih dari 11 ribu keluarga penerima bansos dicoret dari daftar penerima dalam tiga bulan terakhir. "Kami coret di triwulan pertama 2026," kata dia.

Penyetopan bansos bagi pemain judi online berlanjut pada triwulan kedua 2026. Memasuki bulan Mei, Saifullah menyampaikan, sudah ada 75 keluarga penerima manfaat bansos Kementerian Sosial yang juga dicoret.

Saifullah menyampaikan data penerima bansos yang bermain judol dia peroleh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sejak tahun lalu. Pada 2025, kata dia, PPATK melaporkan jumlah penerima bansos yang bermain judi online mencapai 600 ribu dan telah dicoret.

Kementerian Sosial pun menilai jumlah penerima bansos yang bermain judol kini sudah berkurang. Sebab, kata Saifullah, angka pencoretan yang tadinya mencapai 600 ribu pada tahun lalu kini turun menjadi sekitar 11 ribu di awal 2026.