7 Langkah Bank Indonesia untuk Memperkuat Nilai Tukar Rupiah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan tujuh langkah kebijakan yang ditempuh lembaganya untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Perry mengatakan tujuh langkah tersebut sudah dilaporkan dan disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

Adapun langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri maupun di pasar Domestic NDF (DNDF) di dalam negeri. “Cadangan devisa kami lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu,” kata Perry dalam konferensi pers di Instana Kepresidenan, Selasa, 5 Mei 2026, dipantau dari YouTube Sekretariat Presiden.

Kedua, BI dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan lainnya bersepakat untuk memperkuat aliran modal masuk melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal ini dilakukan demi menutup outflow dari Surat Berharga Negara (SBN) dan pasar saham.

Ketiga, Perry menyatakan BI akan terus membeli SBN dari pasar sekunder. Dia menuturkan, secara year to date, BI telah membeli SBN senilai Rp 123,1 triliun dari pasar sekunder. Keempat, BI dan Kementerian Keuangan menjaga senantiasa menjaga kecukupan likuiditas di perbankan dan di pasar.

Kelima, BI memperketat aturan pembelian dolar tanpa underlying dari yang tadinya US$ 100 ribu per orang per bulan menjadi US$ 50 ribu per orang per bulan. “Kami perrsiapkan akan turunkan lagi menjadi US$ 25 ribu sehingga pembelian dolar di atas US$ 25 ribu pakai underlying,” ucap Perry.

Keenam, BI mengizinkan bank-bank domestik yang merupakan dealer utama untuk menjual NDF di pasar luar negeri. Menurut Perry, pelonggaran ini bertujuan untuk memperkuat intervensi nilai tukar rupiah di pasar offshore.

Ketujuh, BI akan meningkatkan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar yang tinggi. “Peningkatan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi yang kami lihat aktivitas pembelian dolarnya tinggi, kami kirim pengawas ke sana, koordinasi dengan Ibu Friderica Widyasari Dewi Otoritas Jasa Keuangan untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga,” ujar Perry.

Rupiah sempat ambruk ke level Rp 17.424 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa kemarin.