Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan kunjungan resmi ke Rusia untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin. Langkah diplomatik ini diambil di tengah situasi buntu dalam proses negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Dilansir dari Kompas, Araghchi menjelaskan bahwa kedatangannya ke Rusia bertujuan untuk melakukan konsultasi mendalam mengenai kondisi ekonomi global dan situasi geopolitik saat ini. Ia menilai komunikasi dengan Rusia sangat krusial bagi Teheran.
Araghchi mengakui bahwa intensitas konsultasi dengan Rusia sempat berkurang akibat ketegangan perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Padahal, Iran memandang Rusia sebagai mitra strategis yang sangat dekat dalam peta diplomasi mereka.
Terkait hubungan dengan Washington, Araghchi mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum terdapat perkembangan positif dalam proses negosiasi. Ia memberikan penilaian kritis terhadap sikap yang ditunjukkan oleh pihak Amerika Serikat selama ini.
"Araghchi juga mengungkapkan tidak ada perkembangan baru dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Ia menilai pendekatan Amerika menyebabkan perundingan gagal membuahkan hasil."
Menurut pandangannya, kegagalan perundingan tersebut berakar pada tuntutan yang dianggap berlebihan serta penggunaan pendekatan yang tidak tepat dari pihak Amerika. Hal inilah yang mendorong Iran untuk mengevaluasi kembali posisinya di kancah internasional.
Sebagai bagian dari strategi evaluasi situasi tersebut, Iran merasa perlu memperkuat koordinasi dengan sejumlah negara mitra. Selain Rusia, Abbas Araghchi menyebut nama Pakistan dan Oman sebagai negara-negara yang menjadi fokus konsultasi Iran dalam menghadapi dinamika global yang terus berubah.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·